BAKU (Arrahmah.id) -- Otoritas keamanan Azerbaijan menangkap tiga pria yang diduga akan melakukan serangan terhadap kedutaan 'Israel' di ibu kota Baku, dalam sebuah operasi yang mengungkap keterlibatan dengan kelompok militan Islamic State Khurasan Province (ISKP), kata pejabat setempat pada Selasa (27/1/2026).
Menurut pernyataan resmi State Security Service Azerbaijan, seperti dilansir Al Jazeera (27/1), ketiga tersangka ditangkap ketika mereka sedang mendekati gedung kedutaan dan diduga telah mendapatkan senjata serta berkonspirasi dengan anggota ISKP untuk melakukan serangan.
Mereka ditahan atas tuduhan “persiapan terorisme berbasis permusuhan agama” setelah bukti awal terkait rencana tersebut ditemukan dalam pengawasan keamanan.
Otoritas menegaskan bahwa salah satu tersangka lahir pada tahun 2000, sementara dua lainnya lahir pada 2005. Penyelidikan menunjukkan bahwa ketiganya menjalin hubungan dengan anggota ISKP.
Pernyataan itu tidak secara resmi menyebutkan bahwa targetnya adalah kedutaan 'Israel', tetapi laporan media 'Israel' mengidentifikasi misi diplomatik 'Israel' di Baku sebagai sasaran rencana tersebut. Otoritas keamanan Azerbaijan belum mengonfirmasi secara terbuka nama kedutaan yang terancam.
Serangan yang direncanakan digagalkan hanya beberapa hari setelah pertemuan antara Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Menteri Luar Negeri 'Israel' membahas kerja sama bilateral, termasuk hubungan politik dan ekonomi antara kedua negara yang semakin dekat.
ISKP telah dikaitkan dengan sejumlah serangan besar di luar wilayah Afghanistan, termasuk serangan mematikan di Crocus City Hall, Moskow, pada 2024, yang menewaskan sedikitnya puluhan orang, dan diketahui berupaya memperluas jaringan serta operasinya di Asia Tengah dan Kaukasus. (hanoum/arrahmah.id)
