PARIS (Arrahmah.id) -- Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al-Shibani dilaporkan bertemu dengan pejabat 'Israel' di Paris, Prancis atas prakarsa Amerika Serikat (AS), Selasa (19/8/2025).
Pertemuan ini dilangsungkan ketika AS sedang gencar membujuk Suriah agar menormalisasi hubungan dengan 'Israel'.
Kantor berita Suriah, SANA melaporkan Al-Shibani bertemu pejabat 'Israel' untuk membahas de-eskalasi tensi antara kedua negara dan mengembalikan perjanjian gencatan senjata 1974.
Perjanjian tersebut memuat pembuatan zona penyangga antara wilayah 'Israel' dan Suriah dan penerjunan pasukan penjaga perdamaian PBB.
Pihak Damaskus tidak memberikan keterangan mengenai hasil pertemuan dengan perwakilan Tel Aviv di Paris.
Namun, seorang pejabat Gedung Putih menyebut AS mendukung pemulihan hubungan Suriah dan 'Israel' untuk menjaga stabilitas Timur Tengah.
"Amerika Serikat terus mendukung setiap upaya yang akan membawa stabilitas dan perdamaian yang awet antara 'Israel' dengan tetangganya," kata pejabat yang memberi keterangan dengan syarat anonimitas tersebut kepada Associated Press.
Pejabat itu menambahkan, keterlibatan AS dalam perundingan langsung Suriah-'Israel' sesuai visi Presiden Donald Trump tentang "Timur Tengah yang sejahtera."
Visi Trump disebutnya memerlukan perdamaian antara Suriah dengan negara-negara tetangganya, termasuk 'Israel'.
"Kami akan melakukan apa pun untuk mencapai hal tersebut," katanya.
'Israel' telah menduduki Dataran Tinggi Golan yang merupakan wilayah Suriah, sejak 1967.
Setelah pemerintahan Bashar Al-Assad digulingkan pada Desember 2024 lalu, 'Israel' menduduki kawasan penyangga di Dataran Tinggi Golan yang sebelumnya dijaga pasukan penjaga perdamaian PBB.
Pemerintahan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu berdalih pendudukan atas kawasan penyangga tersebut untuk membendung kekuatan "pasukan musuh" di perbatasan.
Pada Juli lalu, 'Israel' menggempur berbagai lokasi di Suriah, termasuk markas Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus, di tengah konflik sektarian yang melibatkan kelompok minoritas Druze dan suku Badui. (hanoum/arrahmah.id)
