TEKNAF (Arrahmah.com) - Radang paru-paru, demam, batuk, sakit perut dan diare baru-baru ini menyebar di antara pengungsi anak-anak di perbatasan Bangladesh-Burma, kata seorang dokter lokal, dilansir Kaladan Press.
Penyakit terutama tersebar di kamp pengungsian yang tidak resmi terdaftar di pemerintah, seperti kam pengungsian Leda dan Kutupalong.
"Banyak anak-anak pengungsi Rohingya yang tidak terdaftar di kamp darurat di Leda dan Kutupalong telah menderita berbagai macam penyakit sejak akhir 2012," kata sumber.
Menurut para pengungsi, anak-anak yang terkena penyakit diberikan perawatan dasar oleh organisasi kemanusiaan yang ada, seperti Medicins Sans Frontieres (MSF), Muslim Aid, dan lainnya.
Pengungsi Muslim Rohingya di Klinik Muslim Aids
"Kebanyakan anak-anak pengungsi (1 hingga 7 tahun) menderita penyakit-penyakit ini (yang disebutkan -red)."
Pengungsi Muslim Rohingya di Klinik MSF
Kamp pengungsian darurat ini terletak di lapangan terbuka di daerah perbukitan, diterpa angin dingin, terlebih kamp mereka hanya terbuat dari plastik, semak-semak dan ranting pohon.
Seorang pekerja kesehatan di kamp pengungsian tersebut mengatakan bahwa anak-anak sekarang terkena radang paru-paru.
Kamp pengungsian Rohignya yang tak resmi di Kutupalong, Bangladesh
Dia menambahkan bahwa, "Di kamp-kamp ini sangat dingin karena terletak di antara Pegunungan dan Sungai Naff, sehingga para pengungsi menderita kedinginan yang lebih lagi."
Hal serupa juga terjadi di kamp pengungsian resmi di Nayapara dan Kutupalong, anak-anak di sana juga terkena radang paru-paru, demam, batuk baru-baru ini, menurut seorang petugas kesehatan di kamp tersebut. (siraaj/arrahmah.com)
