Memuat...

Gaza Makamkan 38 Jenazah Tak Dikenal yang Dikembalikan oleh 'Israel', Tanda Penyiksaan Terlihat Jelas

Zarah Amala
Rabu, 12 November 2025 / 22 Jumadilawal 1447 10:15
Gaza Makamkan 38 Jenazah Tak Dikenal yang Dikembalikan oleh 'Israel', Tanda Penyiksaan Terlihat Jelas
Dari pemakaman massal sebelumnya untuk jenazah para syuhada yang diserahkan oleh pasukan 'Israel' (Anadolu)

GAZA (Arrahmah.id) - Otoritas Palestina di Jalur Gaza pada Senin (10/11/2025) memakamkan 38 jenazah warga Palestina tak dikenal di Kota Deir al-Balah, bagian tengah Gaza. Jenazah-jenazah tersebut dikembalikan oleh 'Israel' dalam beberapa hari terakhir melalui Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina, total jenazah tak dikenal yang telah dimakamkan setelah gagal diidentifikasi kini mencapai 182 orang.

Proses pemakaman dilakukan dengan partisipasi tim Pertahanan Sipil, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Wakaf, serta perwakilan dari Palang Merah Internasional.

Mohammad Abu Shammalah, wakil direktur Pertahanan Sipil di wilayah Gaza tengah, mengatakan bahwa jenazah-jenazah itu sebelumnya disimpan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis selama beberapa hari. Pihak berwenang telah mempublikasikan foto dan nomor identitas setiap jenazah untuk membantu keluarga mengenali mereka, namun tak satu pun berhasil diidentifikasi.

Jejak Penyiksaan dan Pemenggalan

Abu Shammalah menjelaskan bahwa kondisi jenazah sangat mengenaskan, dengan banyak di antaranya menunjukkan tanda-tanda penyiksaan berat dan kerusakan parah akibat waktu yang lama disimpan.

“Beberapa jenazah menunjukkan luka akibat peluru tank dan ledakan, potongan di kepala, serta wajah yang benar-benar rusak, sehingga hampir mustahil dikenali,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar jenazah ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta terdapat bekas jeratan di leher, bahkan beberapa di antaranya masih dengan tali di leher saat dimakamkan.

“Meski dalam kondisi sulit, kami memastikan pemakaman dilakukan dengan cara yang menghormati martabat mereka,” kata Abu Shammalah.

Ratusan Jenazah Masih Ditahan Israel

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut bahwa sejauh ini baru 91 dari 315 jenazah yang dikembalikan 'Israel' berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi dilakukan oleh keluarga korban berdasarkan ciri fisik atau pakaian terakhir yang dikenakan, karena fasilitas laboratorium forensik di Gaza telah hancur akibat serangan 'Israel' dan blokade yang berkepanjangan.

Sebelum gencatan senjata diberlakukan, 'Israel' dilaporkan masih menahan 735 jenazah warga Palestina, menurut data dari Kampanye Nasional Palestina untuk Pengembalian Jenazah Syuhada dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang.

Kampanye tersebut juga mengutip laporan Harian Haaretz pada 16 Juli 2025 yang mengungkap bahwa tentara 'Israel' menyimpan sekitar 1.500 jenazah tambahan dari Gaza di Kamp Sde Teiman, sebuah fasilitas militer yang dikenal karena kondisi buruknya.

Lembaga-lembaga hak asasi manusia Palestina menyatakan bahwa sejumlah warga Gaza yang ditahan 'Israel' sejak dimulainya perang pada 8 Oktober 2023 meninggal dunia akibat penyiksaan.

Agresi 'Israel' yang telah berlangsung selama dua tahun menyebabkan lebih dari 69.000 warga Palestina gugur dan lebih dari 170.000 lainnya terluka. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza telah hancur, menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern. (zarahamala/arrahmah.id)