RIYADH (Arrahmah.id) — Bulan sabit (hilal) Ramadhan dilaporkan terlihat di wilayah Tamir, Arab Saudi, sehingga Rabu ditetapkan sebagai hari pertama Ramadhan 1447 Hijriyah di Kerajaan tersebut.
Laporan penampakan hilal ini beredar luas melalui media sosial dan sejumlah akun berita Timur Tengah pada Selasa (17/2/2026) malam waktu setempat. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa hilal Ramadhan berhasil dipantau di kawasan Tamir, salah satu lokasi utama rukyat di Arab Saudi.
Penetapan awal Ramadhan di Arab Saudi secara tradisional bergantung pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Sya’ban. Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai 1 Ramadhan.
Beberapa laporan internasional juga menyebutkan bahwa otoritas di Arab Saudi sebelumnya telah menyerukan umat Islam untuk memantau hilal guna menentukan awal bulan suci.
Awal Ramadhan di berbagai negara dapat berbeda, tergantung visibilitas hilal dan metode penetapan kalender Hijriyah di masing-masing wilayah.
Lokasi Tamir sendiri dikenal sebagai salah satu titik rukyat penting di Arab Saudi. Dalam beberapa tahun sebelumnya, hilal Ramadhan maupun Syawal juga kerap dikonfirmasi dari observatorium Tamir sebelum diumumkan secara resmi oleh otoritas kerajaan.
Perbedaan penetapan awal Ramadhan antarnegara merupakan hal yang lazim terjadi, karena kalender Hijriyah didasarkan pada peredaran bulan serta hasil rukyat lokal di berbagai belahan dunia Islam.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah negara lain masih menunggu hasil rukyat resmi untuk menetapkan awal Ramadhan di wilayah masing-masing.
(Samirmusa/arrahmah.id)
