DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah Ahmad asy-Syaraa mengunjungi Gereja Mariam di Damaskus Lama pada hari Ahad (26/10/2025), di mana beliau bertemu dengan Patriark Yohanes X Yazigi, Patriark Antiokhia dan Seluruh Timur Gereja Ortodoks Yunani.
Kepresidenan Republik Arab Suriah melaporkan, seperti dilansir SANA (27/110), bahwa selama pertemuan tersebut, Presiden asy-Syaraa mendapatkan pengarahan tentang kondisi dan urusan komunitas Kristen.
Kunjungan ini menyoroti komitmen bersama untuk memperkuat nilai-nilai nasional dan mempromosikan kerukunan beragama di antara seluruh warga negara.
Menandatangani buku tamu gereja, asy-Syaraa menulis: "Damaskus adalah contoh pertama koeksistensi yang dikenal umat manusia. Menjaganya adalah sebuah janji, perjanjian, dan kewajiban."
Kunjungan presiden tersebut dilakukan beberapa bulan setelah beliau menjamu Patriark Yohanes X di Istana Rakyat pada bulan Agustus.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas "peran nasional Gereja dalam mengkonsolidasikan dan memperkuat ikatan kewarganegaraan dan persatuan nasional, sehingga berkontribusi pada pemeliharaan perdamaian sipil dan membangun fondasinya di atas fondasi pemahaman dan persaudaraan yang kokoh di antara rakyat satu bangsa", menurut sebuah pernyataan pada saat itu.
Para pejabat senior Suriah lainnya juga telah mengunjungi Patriarkat sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan kerukunan di negara tersebut.
Pada bulan Juni, Gereja Mar Elias di pinggiran Damaskus menjadi sasaran bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 25 orang. Serangan ini merupakan yang pertama sejak jatuhnya Bashar al-Assad pada bulan Desember, yang menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan umat Kristen Suriah.
Serangan ini diklaim oleh Saraya Ansar al-Sunna - sebuah kelompok yang didirikan oleh mantan anggota kelompok pemberontak Hayat Tahrir al-Sham milik asy-Syaraa yang kini telah bubar.
Tidak ada statistik resmi mengenai jumlah umat Kristen di Suriah, namun diyakini bahwa jumlah mereka telah menurun secara signifikan sejak pecahnya perang saudara Suriah pada tahun 2011.
Beberapa perkiraan menyebutkan jumlahnya sekitar 300.000, tersebar di kota-kota besar Suriah. (hanoum/arrahmah.id)
