TEHRAN (Arrahmah.id) – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak yang lebih berbahaya, setelah serangkaian serangan terhadap aset militer AS terjadi dalam satu hari yang disebut sebagai “Jumat Hitam” di langit Iran.
Laporan yang beredar sejak Jumat (4/4/2026) pagi menyebutkan bahwa sedikitnya empat target militer Amerika telah diserang, termasuk jet tempur, pesawat serang, hingga helikopter, di tengah eskalasi konflik yang terus membara.
F-15
Jet Tempur F-15 Ditembak Jatuh
Insiden bermula saat Korps Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara di Teheran berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur Amerika.
Awalnya disebut sebagai F-35, namun kemudian dikonfirmasi bahwa pesawat tersebut adalah F-15 milik Angkatan Udara Amerika.
Militer AS akhirnya mengakui jatuhnya jet tersebut dalam pernyataan singkat. Media Amerika melaporkan bahwa satu dari dua pilot berhasil ditemukan, sementara nasib pilot kedua masih belum diketahui.
Iran bahkan mengumumkan imbalan bagi warga yang berhasil menangkap pilot Amerika yang hilang.
“Jika kalian menyerahkan pilot musuh kepada pihak berwenang, kalian akan mendapatkan hadiah berharga,” demikian seruan yang disiarkan televisi Iran.
Helikopter Black Hawk terbang di dekat Tel Aviv. (Reuters)
Helikopter Black Hawk Ikut Dihantam
Situasi semakin memanas ketika dua helikopter Black Hawk yang dikerahkan untuk misi penyelamatan justru menjadi sasaran tembakan Iran.
Pejabat Amerika mengatakan sejumlah personel terluka dalam serangan tersebut, meski kedua helikopter berhasil kembali ke pangkalan dengan selamat.
Helikopter Black Hawk dikenal sebagai tulang punggung operasi militer AS, digunakan untuk evakuasi medis, pengangkutan pasukan, hingga dukungan tempur di berbagai medan perang.
Pesawat serang Amerika “A-10 Warthog” (A-10 Warthog). (AFP–Arsip)
Pesawat Serang A-10 Juga Jatuh
Tidak berhenti di situ, laporan lain menyebutkan jatuhnya pesawat serang A-10 Warthog, yang dikenal sebagai penghancur tank dan pendukung pasukan darat.
Pesawat tersebut dilaporkan jatuh di sekitar Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak dunia.
Media Amerika menyebut pilot berhasil diselamatkan, namun Iran mengklaim pesawat itu ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udaranya.
Televisi Iran bahkan menuding pesawat tersebut sebagai bagian dari agresi “Amerika-Zionis” yang menargetkan wilayah mereka.
Eskalasi Berbahaya
Serangkaian insiden ini menandai eskalasi serius dalam konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.
- 1 jet tempur F-15
- 1 pesawat serang A-10
- 2 helikopter Black Hawk
Perkembangan ini memicu kekhawatiran global bahwa konflik dapat meluas menjadi perang terbuka yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini, operasi pencarian terhadap pilot yang hilang masih terus berlangsung, sementara kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda akan meredakan ketegangan.
(Samirmusa/arrahmah.id)
