Memuat...

PM Anwar Ibrahim: Pegawai Negeri Sipil Malaysia akan Bekerja dari Rumah di Tengah Krisis Bahan Bakar

Hanin Mazaya
Jumat, 3 April 2026 / 15 Syawal 1447 16:56
PM Anwar Ibrahim: Pegawai Negeri Sipil Malaysia akan Bekerja dari Rumah di Tengah Krisis Bahan Bakar
(Foto: AFP)

KUALA LUMPUR (Arrahmah.id) - Mulai 15 April, Malaysia akan memperkenalkan kebijakan bekerja dari rumah untuk kementerian, lembaga, badan hukum, dan perusahaan terkait pemerintah guna menghemat energi selama perang di Timur Tengah, kata Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Ia menyampaikan pengumuman tersebut pada akhir 1 April ketika negara itu mulai merasakan dampak perang di Timur Tengah terhadap pasokan bahan bakar global, seperti dilaporkan AFP.

“Kabinet telah menyetujui kebijakan bekerja dari rumah. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi yang stabil,” kata Datuk Seri Anwar dalam sebuah pengarahan khusus.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut, dan mengatakan bahwa informasi lebih lanjut akan segera diumumkan.

Malaysia memberikan subsidi bahan bakar yang besar, dengan warga yang memenuhi syarat hanya membayar RM1,99 (S$0,63) per liter bensin tanpa timbal.

Namun, karena harga minyak mentah global melonjak dan Iran tetap menutup Selat Hormuz yang penting, Anwar mengatakan kuota bahan bakar bersubsidi akan dipotong dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.

Harga bahan bakar tanpa subsidi akan terus mengikuti harga pasar global.

Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan pekan lalu mengatakan bahwa kapal tanker milik Petronas, Sapura Energy, dan perusahaan maritim MISC sedang menunggu izin untuk berlayar dengan aman melalui selat tersebut.

Menteri Transportasi Anthony Loke menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut akan dibebaskan dari biaya tol yang mungkin dikenakan oleh Iran, sebuah tindakan yang telah diancamkan oleh Teheran.

“Kami adalah pihak yang bersahabat. Kami memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Iran,” katanya, seraya menyatakan keyakinan bahwa Iran akan mengizinkan kapal-kapal tersebut untuk melewati selat.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pekan lalu, Anwar mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena mengizinkan kapal tanker minyak Malaysia dan awaknya untuk melanjutkan perjalanan pulang mereka. (haninmazaya/arrahmah.id)