Memuat...

AS Bersiap Perang Besar? Donald Trump Ajukan Anggaran Militer Terbesar Sepanjang Sejarah

Samir Musa
Jumat, 3 April 2026 / 15 Syawal 1447 22:45
AS Bersiap Perang Besar? Donald Trump Ajukan Anggaran Militer Terbesar Sepanjang Sejarah
(Ilustrasi: Arrahmah.id)

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu perhatian global setelah mengajukan anggaran pertahanan terbesar dalam sejarah modern, mencapai 1,5 triliun dolar AS untuk tahun fiskal 2027.

Dalam pernyataan resmi, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa proposal tersebut telah diserahkan kepada Kongres pada Jumat (3/4), dengan kenaikan sekitar 42 persen dibandingkan anggaran tahun berjalan.

Dilansir dari Aljazeera, peningkatan ini setara dengan tambahan sekitar 445 miliar dolar AS, menjadikannya lonjakan tahunan terbesar sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Namun, di balik lonjakan anggaran militer tersebut, pemerintah AS juga mengusulkan pemangkasan belanja non-pertahanan sebesar 73 miliar dolar AS, atau sekitar 10 persen dari anggaran sebelumnya.

Gedung Putih menegaskan bahwa fokus utama anggaran ini adalah untuk “mengembalikan dominasi maritim Amerika Serikat”. Proposal tersebut mencakup pendanaan pembangunan 123 kapal baru guna memenuhi kebutuhan Pentagon dan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Selain itu, program pertahanan rudal menjadi prioritas utama, termasuk proyek ambisius bernama Kubah Emas” yang diperkirakan menelan biaya hingga 185 miliar dolar AS.

Anggaran tersebut juga mencakup pembelian jet tempur canggih F-35, kapal perang produksi Lockheed Martin, serta kapal selam kelas Virginia yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan besar Amerika.

Sebelumnya, Trump telah mengajukan anggaran pertahanan sebesar 892,6 miliar dolar AS pada tahun lalu, yang kemudian meningkat menjadi lebih dari 1 triliun dolar setelah penambahan dana tambahan sebesar 150 miliar dolar.

Meski dalam kampanye sebelumnya Trump berjanji akan menyeimbangkan anggaran dalam lima tahun, realitas menunjukkan bahwa selama masa jabatan pertamanya, utang publik AS justru meningkat hingga sekitar 7,8 triliun dolar AS.

Kondisi ini membuat rencana anggaran terbaru Trump kini berada di bawah sorotan tajam para investor dan pembuat kebijakan, terutama terkait dampaknya terhadap stabilitas fiskal Amerika Serikat di masa depan.

(Smirmusa/arrahmah.id)