TEHERAN (Arrahmah.id) -- Serangkaian bom dan ledakan mengguncang beberapa wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir, memicu spekulasi tentang keterlibatan 'Israel' di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, meskipun pihak 'Israel' dan Amerika Serikat secara tegas membantah terlibat dalam insiden-insiden itu.
Dilansir Israel Hayom (1/2/2026), beberapa ledakan dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Bandar Abbas dan wilayah Ahvaz, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai belasan lainnya — termasuk anak kecil — menurut laporan lokal dan media internasional.
Iran menyatakan sebagian besar insiden tersebut disebabkan oleh kebocoran gas, tetapi rumor keterlibatan serangan terkoordinasi tetap beredar luas di ranah digital.
Video yang beredar di platform X menunjukkan ledakan besar dan kepulan asap di wilayah yang terdampak, memicu spekulasi bahwa ledakan-ledakan itu adalah bagian dari serangan yang ditujukan kepada target militer atau infrastruktur penting.
Beberapa akun analis di media sosial menautkan peristiwa tersebut kepada dugaan operasi rahasia Israel di dalam wilayah Iran — klaim yang dibantah oleh pejabat Tel Aviv.
Pihak militer dan pemerintah Israel secara resmi menyatakan tidak terlibat dalam ledakan yang terjadi pada 31 Januari 2026, di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan dari otoritas Israel, yang dikutip oleh agensi internasional, menyebut bahwa negaranya tidak memiliki peran dalam dua ledakan besar di Bandar Abbas dan Ahvaz serta beberapa kejadian di kota lain di Iran.
Insiden ini muncul di tengah dinamika hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang sempat memanas akibat berbagai konfrontasi dan sanksi terkait program nuklir Teheran.
Ketegangan geopolitik ini telah dipicu oleh berbagai faktor, termasuk tuduhan Tehran terhadap serangan dan sabotase yang pernah dilaporkan menargetkan instalasi dan fasilitas penting di Iran pada periode sebelumnya.
Meski beberapa pejabat Iran sebelumnya secara pribadi menyatakan mencurigai keterlibatan Israel dalam gelombang ledakan dan kebakaran misterius yang menimpa sejumlah daerah, pemerintah secara resmi enggan secara langsung menyalahkan pihak tertentu untuk menghindari eskalasi yang lebih besar.
Hingga kini, investigasi atas setiap ledakan masih berlangsung, sementara keluarga korban dan warga sipil yang terdampak tetap menghadapi kerusakan fisik dan trauma dari rangkaian peristiwa ini.
Belum ada kelompok bersenjata yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab, dan otoritas Iran terus berusaha meredam spekulasi serta fokus pada penanganan darurat. (hanoum/arrahmah.id)
