Memuat...

Warga Druze Gelar Demo Raksasa Tolak Pemerintahan Suriah di Suwayda

Hanoum
Ahad, 1 Februari 2026 / 14 Syakban 1447 11:04
Warga Druze Gelar Demo Raksasa Tolak Pemerintahan Suriah di Suwayda
Warga Druze menggelar demo raksasa menentang pemerintahan Suriah di Suwayda, pada 31 Januari 2026. [Foto: X]

SUWAYDA (Arrahmah.id) -- Ribuan warga komunitas Druze turun ke jalan di Suwayda dalam unjuk rasa besar-besaran menentang pemerintahan Suriah, menuntut penarikan pasukan pemerintah, penghentian kekerasan, dan hak menentukan nasib sendiri, lapor AFP (1/2/2026)

Demonstrasi itu menjadi salah satu aksi protes terbesar di wilayah selatan negara itu sejak konflik sipil bergolak setelah runtuhnya rezim Assad.

Warga Druze dilaporkan memadati Al-Karama Square di Suwayda, membawa spanduk menolak kehadiran militer pemerintah serta seruan agar pasukan keamanan dan milisi pendukung pemerintah mundur dari wilayah mereka.

Beberapa pengunjuk rasa juga menyerukan pembentukan komite penyelidikan internasional dan menyerukan perlindungan hak sipil bagi komunitas Druze yang menurut mereka terus diserang dan didiskriminasi.

Peserta aksi mengangkat sejumlah tuntutan, termasuk kebebasan bergerak, pengembalian tanah dan desa yang ditinggalkan penduduk akibat kekerasan sebelumnya, serta penarikan pasukan luar dari wilayah Druze, kata saksi mata dan aktivis setempat.

Para demonstran juga meminta dukungan dari organisasi internasional untuk memaksa pemerintah Suriah menghormati hak dasar warga sipil.

Demonstrasi ini terjadi di tengah ketegangan yang lebih luas di Suwayda, di mana komunitas Druze telah berulang kali bersitegang dengan otoritas pusat selama beberapa bulan terakhir.

Pada pertengahan Agustus 2025, gelombang protes sebelumnya memuncak dengan tuntutan hak menentukan nasib sendiri dan penolakan federalisme, serta tampak beberapa demonstran mengibarkan bendera Israel sebagai simbol protes terhadap pemerintahan Damaskus.

Konflik yang lebih luas juga mencakup bentrokan bersenjata antara faksi Druze lokal, milisi suku, dan pasukan pemerintah, terutama selama kekerasan Juli 2025 yang menewaskan puluhan orang dan menyebabkan gelombang pengungsian.

Hak asasi manusia dan kelompok pemantau konflik internasional memperingatkan bahwa kekerasan tersebut memicu krisis kemanusiaan yang signifikan di wilayah selatan Suriah.

Hingga saat ini, pemerintah Suriah belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi demonstrasi besar di Suwayda, sementara komunitas internasional terus memantau situasi yang berpotensi memperluas ketegangan sektarian di seluruh negeri. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

SuriahHeadlinedemonstrasiprotesdruzesuwayda