BALOCHISTAN (Arrahmah.id) - Di tengah meluasnya serangan skala besar oleh Gerakan Pembebasan Baloch di berbagai wilayah distrik Khuzdar dan Mastung di provinsi Balochistan, Pakistan, laporan menunjukkan bahwa para pejuang gerakan tersebut telah memasuki wilayah Ornach di Khuzdar dan wilayah Manguchar di Mastung.
Menurut laporan tersebut, pasukan kelompok itu telah menguasai jalan raya RCD, yang saat ini sepenuhnya ditutup untuk lalu lintas.
Media Baloch melaporkan bahwa para pejuang bersenjata juga mengepung sebuah kamp militer tentara Pakistan di wilayah Baralak dan menangkap beberapa tentara hidup-hidup selama operasi tersebut.
Perlu dicatat bahwa sejak Sabtu pagi (31/1/2026), Tentara Pembebasan Baloch (BLA) telah melakukan operasi yang disebut "Herof 2," di mana serangan telah dilancarkan terhadap fasilitas pemerintah, personel militer, pasukan polisi, dan instalasi kereta api di berbagai bagian Balochistan, lansir Tolo News.
Pada saat yang sama, laporan tentang bentrokan hebat, ledakan, dan penangkapan juga muncul dari Quetta dan Nushki, yang semakin meningkatkan ketegangan di seluruh provinsi.
Pemimpin gerakan tersebut, Bashir Zeb Baloch, mengatakan dalam pesan video yang dirilis pagi ini bahwa ia telah menyerukan kepada pria dan wanita Baloch untuk meninggalkan rumah mereka dan, menurut kata-katanya, ikut serta dalam "perang pembebasan nasional."
Ia menggambarkan konflik tersebut sebagai konflik yang menentukan dan menekankan bahwa perlawanan harus terus berlanjut.
Laporan menunjukkan bahwa Bashir Zeb Baloch sendiri memimpin pertempuran di garis depan operasi ini.
Menurut informasi yang tersedia, keadaan darurat telah diumumkan di rumah sakit dan tempat umum di daerah yang terkena dampak.
Sejauh ini, tentara Pakistan belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan yang sedang berlangsung di Balochistan. (haninmazaya/arrahmah.id)
