NEW YORK (Arrahmah.id) -- Dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (26/9/2025), Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu memberikan kuis dadakan kepada peserta sidang yang mengosongkan ruang sidang.
Netanyahu yang sebelumnya telah menunjukkan peta berjudul "Kutukan" di hadapan forum internasional, kemudian memperkenalkan plakat kedua yang berisi pertanyaan dalam format pilihan ganda.
Dilansir Sky News (26/9), pertanyaannya adalah "siapa yang meneriakkan matilah Amerika?", dengan pilihan jawaban sebagai berikut: a) Iran, b) Hamas, c) Hizbullah, d) Houthi, e) semua jawaban di atas.
Netanyahu kemudian menjawab sendiri dengan tegas bahwa "Semua di atas – Hamas, Hizbullah, Houthi, dan Iran." Ia mengajukan pertanyaan lain kepada hadirin: "Siapa yang telah membunuh orang Amerika dan Eropa dengan darah dingin?" Jawabannya, katanya, sama saja.
"Anda tahu jauh di lubuk hati bahwa 'Israel' sedang memperjuangkan kepentingan Anda," klaim Netanyahu, menambahkan bahwa meskipun beberapa pemimpin mengecam 'Israel' di depan umum, di balik pintu tertutup mereka memuji dinas intelijen 'Israel' karena mencegah serangan di ibu kota mereka.
Mengenakan kode QR besar di kerah bajunya, Netanyahu memberi tahu para delegasi bahwa kode tersebut terkait dengan rekaman kekejaman Hamas pada 7 Oktober. Ia memuji Presiden AS Donald Trump sebagai pemimpin yang "memahami lebih baik daripada siapa pun".
Netanyahu menggambarkan musuh-musuh 'Israel' dari berbagai sisi: serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, tembakan roket Hizbullah dari Lebanon, kerja sama Assad dengan Iran di Suriah, dan serangan rudal Houthi dari Yaman. Namun ia bersikeras bahwa keadaan telah berbalik: "Kami telah menghantam Houthi, menghancurkan mesin teror Hamas, melumpuhkan Hizbullah dengan membunuh sebagian besar pemimpinnya, menghancurkan persenjataan Assad, menghalangi milisi Syiah Iran, dan menghancurkan program senjata nuklir dan rudal balistik Iran."
Merujuk pada serangan rahasia 'Israel', ia menambahkan: "Kami menghubungi Hizbullah dan percayalah, mereka menerima pesannya. Ribuan teroris berjatuhan."
Netanyahu kemudian menyalahkan Inggris, Prancis, dan negara-negara lain yang mengakui Palestina: "Kalian tidak melakukan sesuatu yang benar. Kalian melakukan sesuatu yang salah, sangat salah. Keputusan kalian yang memalukan akan mendorong terorisme terhadap orang Yahudi dan terhadap orang-orang tak bersalah di mana pun."
Di tengah pidatonya, Netanyahu mengatakan bahwa perang di Gaza "berkaitan dengan orang-orang di seluruh dunia," sekaligus memperingatkan bahwa musuh-musuh 'Israel' juga merupakan musuh Barat.
"Musuh-musuh kita membenci kita semua dengan kebencian yang sama," ujarnya. "Mereka ingin menyeret dunia modern kembali ke masa lalu, ke zaman kegelapan yang penuh kekerasan, fanatisme, dan teror." (hanoum/arrahmah.id)
