BRUSSELS (Arrahmah.com) - NATO dan Rusia berencana untuk memperluas rute pasokan bagi pasukan salibis yang berada di Afghanistan sehingga memungkinkan aliansi untuk melayarkan kapal peralatan militer kembali ke Eropa, pejabat dan diplomat mengatakan pada hari Selasa (9/8/2011).
Hal ini sedang dipertimbangkan oleh pemerintah Rusia, dimana pasokan tersebut akan dikirim melalui Asia Tengah.
"Rusia masih perlu untuk mendukung pengaturan yang baru," pejabat dan diplomat mengatakan pada kondisi anonim karena mereka tidak diizinkan untuk berbicara secara terbuka. Pengaturan saat ini memungkinkan hanya untuk satu arah transportasi pasokan non-mematikan.
"Kami terus bekerja dengan harapan bisa menciptakan jalur transit operasional dua arah sesegera mungkin," kata Carmen Romero, juru bicara NATO.
Perjanjian itu akan memungkinkan Amerika Serikat dan anggota NATO lainnya untuk mengirimkan kembali pasukan dan peralatan dari Afghanistan di tengah maraknya penarikan sekutu yang dimulai akhir tahun ini.
Langkah ini pun disoroti sebagai wajah baru relasi yang cukup stabil antara kedua mantan saingan Perang Dingin, meskipun perbedaan pendapat masih terus berlanjut terutama mengenai isu-isu seperti Georgia atau perang di Libya.
Moskow menyambut baik 'keberhasilan' misi salibis NATO di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Moskow takut bahwa kekalahan NATO di sana dapat menggoyahkan Asia Tengah dan membahayakan keamanan Rusia.
NATO telah secara signifikan memperluas penggunaan rute transit melalui Rusia dan negara-negara Asia Tengah sebagai alternatif untuk jalur utama yang melalui Pakistan - jalur yang dinilai selalu merugikan NATO karena banyak tanker dan truk yang mengangkut pasokan NATO terbakar di sana.
Para pejabat mengatakan mereka berharap bahwa awal tahun depan, lebih dari dua pertiga pasokan untuk Afghanistan akan tiba melalui rute utara. Pembatasan pengangkutan pasokan mematikan - seperti senjata dan amunisi - juga diharapkan akan menurunkan intensitas kerugian yang sering diperoleh NATO.
Kemampuan untuk memindahkan sejumlah besar kargo darat melalui Rusia dan Asia Tengah juga menjadi pembahasan tersendiri karena akan dinilai mengganggu hubungan Washington dengan Pakistan. Hubungan AS dengan Islamabad semakin buruk setelah serangan komando AS yang diklaim membunuh Syaikh Usamah bin Laden di sebuah kota militer di Pakistan pada bulan Mei.
Ada dua jalur akses lain yang mungkin digunakan ke Afghanistan, yakni melalui Iran dan China.
Namun aliansi tidak mungkin menggunakan pelabuhan Chahar Bahar di tenggara Iran karena sengketa politik atas senjata nuklir Teheran. Sementara itu, NATO pun harus berpikir jutaan kali untuk menggunakan jalur Cina melalui Koridor Wakhan yang paling bergunung-gunung dan diblokir oleh salju lebih panjang dalam setahun. (althaf/arrahmah.com)
NATO dan Rusia akan memperluas rute pasokan untuk militer salibis di Afghanistan
Althaf
Rabu, 10 Agustus 2011 / 11 Ramadan 1432 14:30
