Memuat...

Pasukan 'Israel' Tembak Mati Dua Remaja Palestina di Tepi Barat, Puluhan Lainnya Terluka dalam Aksi Protes

Zarah Amala
Sabtu, 8 November 2025 / 18 Jumadilawal 1447 10:11
Pasukan 'Israel' Tembak Mati Dua Remaja Palestina di Tepi Barat, Puluhan Lainnya Terluka dalam Aksi Protes
Mohammad Abdullah Teim dan Mohammad Rashad Fadel Qasem, 16 tahun, tewas di tangan pasukan pendudukan 'Israel' di Tepi Barat. (Foto: via media sosial)

RAMALLAH (Arrahmah.id) - Dua remaja Palestina berusia 16 tahun tewas ditembak oleh pasukan pendudukan 'Israel' di kota Al-Judeira, barat laut Yerusalem, sementara sedikitnya 15 warga Palestina lainnya terluka akibat tembakan dalam aksi protes menentang pembangunan permukiman ilegal baru di Tepi Barat yang diduduki.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi keduanya sebagai Mohammad Abdullah Teim dan Mohammad Rashad Fadel Qasem, yang tewas setelah pasukan 'Israel', “melepaskan tembakan langsung secara intensif” pada Kamis malam (6/11/2025). Jenazah keduanya ditahan oleh pasukan 'Israel', menurut pernyataan resmi kementerian.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya agresi 'Israel' di berbagai wilayah pendudukan, termasuk Yerusalem Timur. Di Al-Judeira, seorang remaja lainnya dilaporkan terluka dan satu orang ditahan oleh pasukan 'Israel', menurut laporan Al Mayadeen.

Sehari sebelumnya, Otoritas Umum Urusan Sipil di Tepi Barat mengumumkan bahwa seorang remaja Palestina berusia 15 tahun, Murad Fawzi Abu Saifin, juga ditembak mati oleh pasukan 'Israel' di kota Al-Yamoun, sebelah barat Jenin.

Pada Jumat pagi (7/11), sedikitnya 15 warga Palestina terluka ketika tentara 'Israel' menembakkan peluru tajam dan gas air mata ke arah demonstran dalam aksi protes damai di Tulkarm, menentang pembangunan pos permukiman ilegal baru di timur kota tersebut, menurut kantor berita Anadolu.

Palang Merah Palestina menyebut satu orang terkena peluru tajam, satu orang terkena peluru berlapis karet, dan 12 lainnya mengalami sesak napas akibat gas air mata.

Saksi mata mengatakan, tentara 'Israel' menyerang para peserta aksi di Beit Lid dan Kafr Qaddum, mengejar mereka ke area pertanian setelah salat Jumat di dekat lokasi pos permukiman.

Di wilayah Masafer Yatta, selatan Hebron, para aktivis Palestina mendokumentasikan aksi perusakan pohon zaitun oleh pemukim ilegal 'Israel' di daerah Susiya. Sebuah video menunjukkan pemukim mematahkan dan merusak pohon-pohon tersebut.

Sementara itu, di Lembah Yordan bagian utara, pemukim 'Israel' dilaporkan merusak jaringan irigasi dan menghancurkan rumah serta kandang ternak milik warga Palestina di Khirbet Humsa, menurut Anadolu.

Pejabat urusan permukiman di wilayah Tubas, Mutaaz Bisharat, mengatakan rumah-rumah yang dihancurkan sebelumnya juga pernah diratakan dua tahun lalu dan kembali dibangun oleh pemiliknya. Ia mengecam serangan tersebut sebagai upaya “mengosongkan Lembah Yordan dari penduduk Palestina dan merebut sebanyak mungkin tanah.”

Dalam serangkaian penggerebekan malam, pasukan 'Israel' menangkap sejumlah warga Palestina di Beit Lahm, Nablus, dan Tulkarm, serta empat orang lainnya di Zeita, utara Tulkarm.

Pasukan juga menyerbu kamp pengungsi Balata di timur Nablus dan Qalqilya, serta Silwad di timur Ramallah, di mana seorang pria dilaporkan mengalami luka parah akibat pemukulan dan satu lainnya ditahan.

Pada Jumat sore (7/11), dua warga Palestina ditembak di pos pemeriksaan Atara, utara Ramallah. Keduanya mengalami luka di bahu dan lengan, dan kini dirawat di rumah sakit, menurut kantor berita resmi WAFA.

Sejak awal ofensif 'Israel' di Jalur Gaza dua tahun lalu, lebih dari 1.068 warga Palestina telah gugur di Tepi Barat, 10.000 terluka, dan 20.000 orang ditahan, termasuk 1.600 anak-anak, menurut data otoritas Palestina.

Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan 'Israel' atas wilayah Palestina adalah ilegal, dan menyerukan pengosongan seluruh permukiman di Tepi Barat serta Yerusalem Timur. (zarahamala/arrahmah.id)