BANDA ACEH (Arrahmah.id) — Pemerintah Aceh mendorong percepatan pemanfaatan kayu hanyutan pascabencana banjir sebagai sumber daya material untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Pemanfaatan Kayu Hanyutan yang digelar di Sekretariat Daerah Aceh. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Nasir, menekankan pentingnya segera mengaktifkan tim khusus agar kayu hanyutan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Keterlambatan dapat berpotensi menyebabkan kayu rusak dan hilang, sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tim ini harus segera diaktifkan untuk optimalisasi kerja,” ujar Nasir, Rabu (28/1/2026).
Menurut Nasir, Pemerintah Aceh memerlukan mekanisme yang jelas dan terukur agar seluruh proses pemanfaatan kayu hanyutan dapat berjalan cepat, tertib, dan efektif.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut ditargetkan selesai sebelum bulan suci Ramadan, sehingga hasilnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat terdampak.
Nasir juga mengingatkan agar pemanfaatan kayu hanyutan benar-benar diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana, bukan untuk kepentingan komersial.
“Kayu hanyutan tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat terdampak dan bukan untuk tujuan komersial. Kami mengimbau agar seluruh proses pemanfaatan kayu hanyutan ini dikawal dengan baik,” jelasnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk mengelola sumber daya pascabencana secara bertanggung jawab dan transparan, guna mendukung percepatan pemulihan serta meningkatkan efektivitas penanganan bencana di Aceh.
Pemanfaatan kayu hanyutan dinilai sebagai langkah strategis, tidak hanya untuk mengurangi dampak lingkungan pascabencana, tetapi juga untuk membantu memenuhi kebutuhan material masyarakat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.
(ameera/arrahmah.id)
