LATAKIA (Arrahmah.id) -- Kelompok militan Saraya Ansar Al Sunnah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bertanggung jawab atas kebakaran di dekat al-Qastal, Latakia utara.
Dilansir Syriahr (6/7/2025), pembakaran tersebut dilakukan Ansar al Sunnah sebagai bentuk operasi perang terhadap pendukung Nusayri agar mereka pergi keluar dari lokasi tersebut.

Kebakaran hutan terus meluas di barat laut Suriah hingga membakar 10.000 hektar hutan, kata kantor berita negara SANA, mengutip Direktur Pertahanan Sipil Abdul Kafi Kayyal.
Kayyal mengatakan, operasi pemadaman api terus dilakukan.
“Ratusan ribu pohon hutan di area seluas sekitar 10.000 hektar di 28 lokasi telah berubah menjadi abu akibat kebakaran ini,” kata Menteri Darurat dan Bencana Raed Saleh dalam sebuah pernyataan di akun X miliknya.
Saleh mengatakan bahwa lebih dari 100 tim, termasuk dari Turki dan Yordania, saat ini sedang beroperasi di lapangan dengan 160 kendaraan pemadam kebakaran dan 12 kendaraan teknik berat untuk memadamkan api, selain helikopter yang disediakan oleh tim Yordania dan Turki.
Delapan pekerja pertahanan sipil terluka selama operasi tersebut, kata menteri tersebut.
Tidak ada warga sipil yang terluka.
Ansar al Sunnah sendiri adalah sebuah kelompok yang terdiri dari mantan anggota kelompok perlawanan Suriah Hai'ah Tahrir Syam (HTS) dan gaksi lainnya yang kecewa dengan kepemimpinan Ahmad asy-Syaraa karena bersikap lunak terhadap Syiah dan Alawi. (hanoum/arrahmah.id)
