MAIDAN WARDAK (Arrahmah.id) - Sumber-sumber terpercaya mengatakan kepada Tolo News bahwa drone yang jatuh di provinsi Maidan Wardak adalah MQ-9 Reaper, sebuah drone militer milik Amerika Serikat.
Menurut sumber-sumber tersebut, drone itu berstandar militer.
Asadullah Nadim, seorang analis militer, menyatakan: "Sangat mungkin drone itu adalah MQ-9 Reaper buatan Amerika, sebuah drone canggih, berat, dan mahal yang bernilai antara 30 hingga 40 juta USD."
Berdasarkan informasi yang tersedia, drone tersebut jatuh pada 1 Januari di daerah pegunungan dekat Maidan Shahr. Menurut laporan internasional, MQ-9 Reaper dioperasikan dan dimiliki oleh Angkatan Udara AS, lansir Tolo News (3/1/2026).
Insiden ini terjadi di tengah tuduhan berulang kali oleh pejabat Imarah Islam bahwa AS telah melanggar wilayah udara Afghanistan.
Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan, mengatakan pada 2 November 2025: "Drone AS berpatroli di wilayah udara Afghanistan, memasuki wilayah udara Pakistan dan melanggar kedaulatan Afghanistan. Ini seharusnya tidak terjadi. Mereka telah menjadi tidak mampu dan tidak sanggup mencegah hal ini. Ini harus dilihat sebagai bentuk kelemahan, dan kami mengakui kelemahan ini."
Mohammad Aslam Danishmal, seorang analis politik, mencatat: "Jika wilayah udara Afghanistan dilanggar oleh pihak mana pun, hal itu akan berdampak negatif pada hubungan politik negara tersebut dengan negara-negara tersebut di masa depan."
Sebelumnya, sebuah drone lain juga jatuh di daerah terpencil distrik Registan di provinsi Kandahar. (haninmazaya/arrahmah.id)
