GAZA (Arrahmah.id) - Sebuah organisasi berbasis Eropa bernama Al-Majd Europe dituding memfasilitasi keberangkatan warga Palestina dari Gaza melalui jalur tidak resmi yang dinilai menyerupai praktik penyelundupan, di tengah tuduhan keterlibatan 'Israel' dalam skema pemindahan penduduk terselubung.
Menurut laporan Al-Araby Al-Jadeed, warga yang meninggalkan Gaza tidak melalui mekanisme keluar resmi, melainkan melalui seleksi tertutup yang diawasi Al-Majd Europe dan memerlukan persetujuan keamanan dari otoritas 'Israel'. Seluruh keberangkatan dilakukan melalui perlintasan Kerem Shalom.
Terdapat empat jalur utama keluar dari Gaza, yakni evakuasi kemanusiaan, koordinasi konsulat Eropa, beasiswa pendidikan, dan pengobatan. Sejumlah pelancong mengaku hanya diizinkan membawa dokumen pribadi, tanpa koper, serta harus menunggu berbulan-bulan setelah mendaftar melalui perantara dengan biaya sekitar 2.500 dolar AS.
Beberapa tokoh publik, termasuk tenaga medis dan akademisi, diketahui meninggalkan Gaza dalam beberapa bulan terakhir. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sekitar 600 tenaga medis, termasuk 300 dokter spesialis, telah keluar dari wilayah tersebut, memperburuk krisis layanan kesehatan.
Pejabat Palestina menyatakan tidak memiliki informasi resmi terkait pendanaan dan struktur Al-Majd Europe. Ismail al-Thawabteh dari Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut organisasi tersebut diduga dijalankan individu Israel berkewarganegaraan Estonia dan beroperasi selaras dengan rencana 'Israel' untuk mendorong pemindahan “sukarela” warga Gaza.
Ia menegaskan praktik tersebut dapat dikategorikan sebagai pemindahan paksa dan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, terutama karena dilakukan secara tidak transparan dan berdampak langsung pada struktur sosial serta demografis Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)
