UTRECHT (Arrahmah.id) -- Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan dua perempuan Muslim dihantam oleh petugas polisi Belanda di kota Utrecht, memicu kritik dari komunitas dan aktivis yang mengecam tindakan itu sebagai kekerasan berlebihan dan bermotif diskriminatif terhadap Muslim.
Insiden ini mengundang perdebatan luas tentang hubungan antara aparat penegak hukum dan kelompok minoritas di negeri tersebut.
Dilansir TRT World (28/1/2026), rekaman yang tersebar menampilkan seorang petugas menendang menarik paksa seorang muslimah berhijab dan kemudian menendang muslimah berhijab lain dengan kakinya.
Tendangan polisi itu membuat muslimah yang dipegang tangannya tak terima dan memberikan gestur melawan. Aksinya itu justru mendapat pukulan membabi buta dari polisi tersebut dan mengundang polisi lain untuk ikut menangkap kedua mulsimah.
https://www.youtube.com/shorts/vAB8rJrI8Fw
Peristiwa tersebut mencuat ke media internasional dan menyulut protes dari komunitas Muslim di Belanda maupun aktivis hak sipil yang mengecam tindakan kekerasan terhadap perempuan tersebut.
Pihak kepolisian Belanda menyatakan bahwa rekaman sedang ditinjau dan peristiwa itu tengah diselidiki, serta menyatakan niat untuk menghubungi saksi dan korban guna mendengar versi cerita mereka sebelum menyimpulkan tindakan lebih lanjut.
Namun dukungan terhadap penyelidikan tersebut datang bersamaan dengan tekanan dari organisasi masyarakat yang menilai kejadian mencerminkan masalah islamofobia dan perlakuan tidak setara terhadap Muslim di kawasan Eropa.
Insiden ini menarik perhatian ketika isu hubungan antara aparat dan komunitas Muslim di Belanda menjadi tema perdebatan nasional tentang keselamatan, diskriminasi, dan kebijakan penegakan hukum di tengah multikulturalisme masyarakat Belanda. (hanoum/arrahmah.id)
