WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan 'Israel' untuk tidak melancarkan serangan ke Suriah. Trump menyatakan bahwa ia "sangat puas" dengan kinerja pemerintahan Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Ahmad Asy Syaraa.
Trump kemudian menelepon Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu pada Senin (1/12/2025) untuk menegaskan pesannya tersebut.
Peringatan Trump tersebut disampaikan beberapa hari setelah 'Israel' melakukan serangan mematikan di wilayah selatan Suriah.
"Sangat penting bahwa 'Israel' menjaga dialog yang solid dan jujur dengan Suriah. Tidak ada hal yang menghalangi perkembangan Suriah menjadi negara yang makmur," tulis Trump dalam akun media sosial miliknya, Truth Social (2/12/2025).
Ia kemudian mendorong perjanjian keamanan antara 'Israel' dan Suriah setelah koalisi Asy Syaraa menumbangkan rezim mantan Presiden Bashar Al Assad. Namun, 'Israel' kembali melancarkan ratusan serangan udara ke wilayah Suriah.
Trump kemudian menyatakan bahwa Asy Syaraa "tengah berupaya keras untuk memastikan hal-hal baik terjadi, dan bahwa Suriah serta 'Israel' akan memiliki hubungan yang panjang dan sejahtera bersama."
"(AS) akan melakukan segalanya dengan kekuatan kami untuk memastikan pemerintahan Suriah melanjutkan apa yang menjadi tujuan (membangun negara pasca-perang saudara)," Trump menambahkan.
Trump menilai hubungan baik antara 'Israel' dan Suriah akan mampu menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah, menyusul rapuhnya pelaksanaan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Kantor PM Netanyahu kemudian menyatakan bahwa Netanyahu mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS via telepon setelah unggahan Trump tersebut, dilansir dari AFP. (hanoum/arrahmah.id)
