Memuat...

Remaja Australia ini ditahan gara-gara miliki dokumen rilisan Al-Qaeda

Siraaj
Kamis, 28 Januari 2016 / 18 Rabiulakhir 1437 00:50
Remaja Australia ini ditahan gara-gara miliki dokumen rilisan Al-Qaeda
FILE - In this Dec. 15, 2014 file photo, armed police officers point as they stand at the ready close to a cafe under siege at Martin Place in Sydney, Australia. For a country of just 24 million that is thousands of miles from Syria and Iraq, Australia has been unusually fertile ground for Islamic State recruiters. (AP Photo/Rob Griffith, File)

AUSTRALIA (Arrahmah.com) - Otoritas Australia telah mendakwa seorang remaja dengan tuduhan ia mengoleksi dokumen yang terkait dengan tindakan apa yang mereka sebut "terorisme".

Seorang remaja berumur 18 tahun dari pinggiran barat Sydney ditangkap pada Senin (18/1/2016) dan didakwa dengan "tiga tuduhan mengumpulkan dokumen yang mungkin untuk memfasilitasi tindakan teroris," kata tim gabungan kontra-terorisme New South Wales pada Selasa (26/1), lansir Al Arabiya.

Remaja laki-laki itu dituduh mendapatkan gambar dari sebuah dokumen dalam bahasa Arab "yang menyediakan instruksi tentang bagaimana melancarkan serangan penikaman yang sukses, terkait dengan persiapan untuk serangan teroris," lapor Sydney Morning Herald, mengutip lembar dakwaan polisi.

Dia juga dituduh memiliki dokumen berbahasa Arab yang memberikan informasi tentang cara membuat peledak, lapor koran tersebut.

Gambar-gambar di dokumen itu diklaim telah dikoleksi oleh remaja itu pada Desember dan Januari, menurut laporan Australian Broadcasting Corporation. Laporan tersebut juga mengklaim bahwa salah satu dokumen itu dipublikasikan oleh Al-Qaeda di Semenjanjung Arab (AQAP).

Terdakwa yang hadir di pengadilan Sydney pada Selasa tidak mengajukan jaminan dan akan kembali ke pengadila pada 2 Februari mendatang. Media menyebutnya sebagai Sameh Bayda.

Australia telah melakukan serangkaian penggerebekan di berbagai kota dalam rangka "kontra-terorisme".
Seorang remaja 17 tahun telah didakwa pekan lalu dengan tuduhan membuat ancaman di media sosial.
Pada Desember tahun lalu lima orang termasuk seorang remaja laki-laki 15 tahun juga didakwa di Sydney atas tuduhan merencanakan serangan "teror" yang menargetkan gedung pemerintahan. (siraaj/arrahmah.com)