GAZA (Arrahmah.id) – Sayap militer gerakan Jihad Islam, Saraya al-Quds, merilis rekaman video yang menunjukkan serangan mortir terhadap pusat komando dan kendali militer 'Israel' di timur lingkungan Shuja'iyya, wilayah utara Jalur Gaza.
Video yang direkam pada 6 dan 7 Juli 2025 tersebut memperlihatkan para pejuang Saraya tengah menyiapkan peluncuran mortir, disertai dokumentasi detik-detik mereka mengarahkan dan menembakkan mortir ke target 'Israel'. Ledakan dan asap terlihat membumbung dari titik serangan, menandai akurasi serangan tersebut.
Sehari sebelumnya, Saraya al-Quds juga mempublikasikan rekaman serangan di Khan Yunis, Gaza selatan, yang menunjukkan pejuang mereka menembakkan mortir ke arah konsentrasi pasukan, kendaraan militer, dan jalur suplai 'Israel'.
Dalam video tersebut, terekam pula proses persiapan dan peluncuran, serta dampak ledakan di lokasi sasaran, memperlihatkan kepulan asap tebal dari tempat yang dihantam.
Saraya al-Quds dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan frekuensi publikasi dokumentasi operasi militernya, terutama di wilayah utara dan selatan Jalur Gaza, sebagai bentuk perlawanan aktif terhadap invasi darat 'Israel'.
Kekalahan Strategis: 39 Tentara Israel Tewas
Menurut laporan harian Yedioth Ahronoth, sejak 'Israel' melanjutkan agresinya pada 18 Maret 2025, setelah membatalkan kesepakatan gencatan senjata Januari, sebanyak 39 tentara dan perwira 'Israel' telah tewas dalam pertempuran di Gaza.
Kematian ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam intensitas dan efektivitas operasi perlawanan, yang kini berhasil menargetkan pusat-pusat strategis militer 'Israel', bahkan di jantung kendali operasi mereka.
Peningkatan aktivitas militer Saraya al-Quds dan faksi-faksi perlawanan lain memperkuat indikasi bahwa perlawanan Palestina tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara taktis dan operasional, di tengah perang berkepanjangan dan pendudukan brutal.
Dengan dokumentasi visual yang terus dirilis, faksi perlawanan menegaskan bahwa perlawanan bukan sekadar simbolik, tetapi nyata dan terus mengguncang barisan militer pendudukan dari dalam. (zarahamala/arrahmah.id)
