Memuat...

Saraya Al-Quds Serang Pasukan 'Israel', Al-Nakhalah: "Kami Menolak Menyerah"

Zarah Amala
Kamis, 9 Oktober 2025 / 18 Rabiulakhir 1447 10:04
Saraya Al-Quds Serang Pasukan 'Israel', Al-Nakhalah: "Kami Menolak Menyerah"
Ziad al-Nakhala, Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Palestina di Palestina. (Foto: MEMO)

GAZA (Arrahmah.id) - Sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Saraya Al-Quds, pada Rabu (8/10/2025) merilis rekaman baru yang memperlihatkan para pejuangnya menargetkan pasukan pendudukan 'Israel' di barat laut kamp pengungsi Al-Shati dan di utara poros Netzarim, Jalur Gaza.

Dalam pernyataan resminya, Saraya Al-Quds menyebut para pejuang menembakkan mortir ke posisi pasukan 'Israel'. Rekaman itu menunjukkan sejumlah anggota Brigade meluncurkan proyektil dari lokasi yang dirahasiakan. Sebelumnya, kelompok tersebut juga menyiarkan video yang menampilkan ledakan alat peledak besar terhadap kendaraan militer 'Israel' di lingkungan Tel al-Hawa, selatan Kota Gaza.

Secara terpisah, Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, mengumumkan bahwa para pejuangnya menargetkan dua kendaraan militer 'Israel' dengan rudal Yasin 105 di dekat klinik Jouret al-Lut, selatan Khan Younis, menewaskan dan melukai sejumlah tentara.

Al-Nakhalah: “Kami Bertempur di Pertempuran Terberat”

Dalam pidato televisi yang disiarkan oleh Al Mayadeen pada peringatan dua tahun Operasi Banjir Al-Aqsa, Sekretaris Jenderal PIJ Ziyad al-Nakhalah menegaskan bahwa perlawanan Palestina terus berjuang di dua front, medan tempur dan meja perundingan.

“Kami sedang menghadapi pertempuran paling berat dan kami tidak akan menyerah,” ujarnya, seraya menekankan bahwa perjuangan militer dan diplomatik merupakan dua sisi dari konfrontasi yang sama.

Al-Nakhalah menyatakan kesiapan faksi perlawanan untuk bernegosiasi “secara terbatas dan bersyarat,” dengan prioritas utama pertukaran tahanan. Ia menegaskan bahwa para tawanan hanya akan dibebaskan melalui kesepakatan yang jelas dan dapat ditegakkan, yang mengakhiri perang secara permanen.

Pemimpin PIJ itu juga menolak keras rencana yang diajukan Presiden AS Donald Trump, menyebutnya sebagai “deklarasi penyerahan total Palestina kepada musuh 'Israel'.”

Menurutnya, proposal damai tersebut bertujuan mencapai melalui diplomasi apa yang gagal dicapai 'Israel' melalui dua tahun perang. “Jika musuh ingin memperoleh lewat negosiasi apa yang tidak bisa ia capai lewat perang, maka kami harus tetap tegas,” katanya.

“Kami tidak bisa menyerah setelah semua pengorbanan yang telah diberikan,” tambahnya, menegaskan bahwa rakyat Palestina akan terus berjuang hingga keadilan dan hak-hak mereka ditegakkan.

Memperingati dua tahun sejak dimulainya Operasi Banjir Al-Aqsa, al-Nakhalah memuji keteguhan rakyat Palestina dan keberlanjutan perlawanan di tengah agresi 'Israel'.

“Selama dua tahun, rakyat kami tetap teguh dan menolak menyerah. Perlawanan terus bertempur dan menimbulkan kerugian bagi musuh hari demi hari,” katanya.

Ia menegaskan bahwa meski 'Israel' terus melakukan pembunuhan dan penghancuran, keteguhan rakyat Palestina telah menggugah kesadaran global untuk bersolidaritas dengan perjuangan mereka. (zarahamala/arrahmah.id)