DAMASKUS (Arrahmah.id) - Sebuah rudal tak dikenal menghantam area di ibu kota Suriah, Damaskus, tempat bandara militer berada, pada Sabtu (3/1/2026), menurut laporan media pemerintah.
Media Suriah dan warga melaporkan mendengar ledakan di daerah Mazzeh, sementara kantor berita resmi Suriah, SANA, mengatakan bahwa "sifat ledakan sedang diverifikasi."
"Sebuah rudal tak dikenal mendarat di dekat Bandara Militer Mazzeh di Damaskus, tanpa menyebabkan korban jiwa atau kerusakan material," kata sebuah sumber keamanan, menurut SANA.
Laporan lain mengatakan bahwa tiga roket menghantam daerah Mazzeh, satu roket merusak sebuah Masjid dan roket lainnya mendarat di dekat bandara militer.
"Roket-roket acak jatuh di daerah Mezzeh. Satu roket menghantam kubah Masjid Al-Muhammadi, satu roket menghantam gedung telekomunikasi, dan roket ketiga mendarat di dekat Bandara Militer Mezzeh," kata pihak berwenang setempat dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Araby.
Televisi pemerintah mengutip sumber keamanan yang mengatakan bahwa "tiga roket menghantam secara bersamaan" dan salah satunya menyebabkan "kerusakan material" pada Masjid.
"Investigasi sedang dilakukan untuk menemukan pelakunya," tambah sumber tersebut.
Pada Senin, ledakan lain terdengar di sekitar Mazzeh, yang menurut media resmi merupakan akibat dari "latihan militer," tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Daerah Mazzeh baru-baru ini menyaksikan serangkaian ledakan akibat proyektil yang jatuh, dengan pihak berwenang tidak mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab.
Pada 9 Desember, SANA mengutip sebuah sumber militer yang mengatakan bahwa sekitar Bandara Militer Mazzeh menjadi sasaran "tiga proyektil tak dikenal, tanpa menyebabkan korban jiwa atau kerusakan material."
Pada 14 November, seorang wanita terluka dalam serangan roket yang menghantam sebuah rumah di daerah Mazzeh.
SANA mengutip sumber militer yang mengatakan serangan itu dilakukan "menggunakan roket yang diluncurkan dari platform bergerak," menambahkan bahwa pihak yang bertanggung jawab masih belum teridentifikasi. (haninmazaya/arrahmah.id)
