Memuat...

Serangan terbaru membunuh 30 sipil di Ghautah Timur

Hanin Mazaya
Ahad, 18 Maret 2018 / 1 Rajab 1439 09:09
Serangan terbaru membunuh 30 sipil di Ghautah Timur
UNHCR memperkirakan 12.000 sampai 16.000 orang meninggalkan Ghautah Timur yang terletak di pinggiran Damaskus. (Foto: AFP)

GHAUTAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya 30 orang telah terbunuh dalam serangan terbaru oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah pimpinan Bashar Asad di wilayah Ghautah Timur yang terkepung, kelompok pemantau melaporkan.

Serangan rezim pada Sabtu (17/3/2018) juga melukai puluhan lainnya, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), kelompok pemantau yang berbasis di Inggris seperti dilansir Al Jazeera.

Serangan tersebut terjadi saat ribuan warga sipil dalam beberapa hari terakhir bergerak meninggalkan Ghautah Timur yang terus-menerus menjadi target bombardir sengit oleh rezim Asad.

SOHR mengatakan setidaknya 10.000 orang meninggalkan pinggiran kota Damaskus pada Sabtu saat serangan udara mematikan berlanjut.

Sebelumnya pada Jum'at (16/3), 46 sipil termasuk enam anak terbunuh di distrik Kafr Batna, masih menurut laporan SOHR.

Juga dilaporkan bahwa antara 12.000 sampai 13.000 orang orang telah melarikan diri dari wilayah timur Damaskus. Meninggalkan rumah mereka dengan apa pun yang bisa mereka bawa-beberapa dengan kendaraan mereka dan yang lainnya berjalan kaki-warga sipil yang putus asa melarikan diri ke daerah-daerah yang dikendalikan rezim.

Situasi kemanusiaan di sana pun terus memburuk sejak 18 Februari saat jet tempur rezim mulai mengintensifkan serangan mereka yang membunuh lebih dari 1.250 orang dalam bombardir sengit tanpa henti, meskipun ada upaya "gencatan senjata".  (haninmazaya/arrahmah.com)