Memuat...

Tentara Suriah dan Pasukan Kurdi Saling Serang di Aleppo

Hanin Mazaya
Rabu, 14 Januari 2026 / 25 Rajab 1447 19:04
Tentara Suriah dan Pasukan Kurdi Saling Serang di Aleppo
(Foto: REUTERS/Khalil Ashawi)

ALEPPO (Arrahmah.id) - Pasukan pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi saling baku tembak pada Selasa (13/1/2026) di daerah tegang di provinsi Aleppo timur, menandai kemungkinan eskalasi setelah bentrokan selama beberapa hari di kota utara tersebut.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan segera, saat kebuntuan terus berlanjut dalam negosiasi antara pemerintah pusat dan SDF mengenai penggabungan ribuan pejuangnya ke dalam tentara nasional.

Tentara Suriah sebelumnya menyatakan daerah di sebelah timur Aleppo sebagai "zona militer tertutup." Provinsi Aleppo timur telah menjadi garis depan yang tegang yang membagi wilayah di bawah pemerintah Suriah dan sebagian besar wilayah timur laut Suriah di bawah SDF, lansir AP.

Dalam sebuah pernyataan, SDF mengklaim pasukan pemerintah telah mulai menembaki distrik Deir Hafer. Kelompok itu kemudian mengatakan pasukan pemerintah meluncurkan drone peledak, artileri, dan roket ke sebuah desa di selatan Deir Hafer.

Televisi pemerintah Suriah kemudian mengatakan SDF menargetkan desa Homeima di sisi lain garis depan Deir Hafer dengan drone peledak.

Bentrokan mematikan selama beberapa hari di Aleppo pekan lalu telah menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi. Pertempuran berakhir akhir pekan lalu dengan evakuasi pejuang Kurdi dari lingkungan Sheikh Maqsoud yang diperebutkan. Gubernur Aleppo, Azzam Ghareeb, mengatakan Damaskus kini telah menguasai sepenuhnya Sheikh Maqsoud dan Achrafieh, tempat terjadinya bentrokan.

Para pejabat Suriah menuduh SDF membangun kekuatan mereka di dekat kota Maskana dan Deir Hafer, sekitar 60 kilometer sebelah timur kota Aleppo. SANA, kantor berita negara, melaporkan bahwa tentara telah menyatakan daerah tersebut sebagai zona militer tertutup karena "mobilisasi berkelanjutan" oleh SDF, dan menuduh kelompok tersebut menggunakan daerah itu sebagai landasan peluncuran serangan pesawat tak berawak di kota Aleppo.

Pernyataan tentara mengatakan kelompok-kelompok bersenjata harus mundur ke timur Sungai Eufrat.

Sebuah pesawat tak berawak menghantam gedung pemerintahan Aleppo pada Sabtu tak lama setelah dua menteri kabinet dan seorang pejabat setempat mengadakan konferensi pers tentang perkembangan di kota tersebut.

SDF membantah melakukan mobilisasi di daerah tersebut atau berada di balik serangan itu.

Kepemimpinan di Damaskus, di bawah Presiden sementara Ahmad Asy Syaraa, menandatangani kesepakatan pada Maret dengan SDF, yang menguasai sebagian besar wilayah timur laut, agar SDF bergabung dengan tentara Suriah pada akhir tahun 2025. Terdapat perbedaan pendapat mengenai bagaimana hal itu akan terjadi.

Beberapa faksi yang membentuk tentara Suriah baru, yang dibentuk setelah jatuhnya mantan Presiden Bashar Assad dalam serangan pemberontak pada Desember 2024, sebelumnya merupakan kelompok pemberontak yang didukung Turki yang memiliki sejarah panjang bentrokan dengan pasukan Kurdi.

SDF selama bertahun-tahun telah menjadi mitra utama AS di Suriah dalam memerangi kelompok Daesh (ISIS), tetapi Turki menganggap SDF sebagai organisasi teroris karena hubungannya dengan Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK, yang telah melancarkan pemberontakan berkepanjangan di Turki. Proses perdamaian saat ini sedang berlangsung.

Terlepas dari dukungan AS yang telah berlangsung lama terhadap SDF, pemerintahan Trump juga telah mengembangkan hubungan dekat dengan pemerintahan Asy Syaraa dan telah mendorong Kurdi untuk menerapkan kesepakatan Maret tersebut.

Perkembangan terkini telah membuat SDF dan pemerintahan otonom yang mengelola Suriah timur laut frustrasi dengan Washington dan menuduh Damaskus tidak melaksanakan bagiannya dalam kesepakatan tersebut.  (haninmazaya/arrahmah.id)

SuriahkurdiAleppoSDF