Memuat...

Trump Klaim Kemenangan Mutlak atas Iran, "Militer Mereka Hancur, Operasi Epic Fury Berlanjut"

Zarah Amala
Kamis, 2 April 2026 / 14 Syawal 1447 10:20
Trump Klaim Kemenangan Mutlak atas Iran, "Militer Mereka Hancur, Operasi Epic Fury Berlanjut"
Trump menegaskan bahwa Operasi Epic Fury terhadap Iran akan berlanjut hingga semua tujuan AS tercapai (AFP).

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja menyelesaikan pidato nasional yang menegaskan dominasi total AS dalam konflik melawan Iran. Trump menyatakan bahwa militer dan ekonomi Iran kini dalam kondisi hancur total dan menegaskan bahwa Washington memegang kendali penuh atas arah peperangan.

Dalam pidato tersebut, Trump mengumumkan kelanjutan operasi militer bertajuk Epic Fury hingga seluruh target strategis Amerika Serikat tercapai.

Trump mengklaim bahwa dalam empat pekan terakhir, angkatan bersenjata AS telah meraih kemenangan kilat yang menentukan. "Sebagian besar wilayah Iran telah dihancurkan, dan sisanya akan mudah diatasi. Angkatan Laut Iran telah lenyap," tegas Trump.

Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas pemimpin yang ia sebut sebagai rezim teroris telah tewas dalam operasi militer baru-baru ini. Trump menuduh Teheran mencoba membangun kembali program nuklir di lokasi rahasia yang berbeda, namun AS telah melakukan pembongkaran sistematis terhadap seluruh kapabilitas tersebut.

Terkait krisis navigasi global, Trump mengeluarkan pernyataan tegas kepada komunitas internasional. Ia menyatakan bahwa AS tidak lagi mengimpor minyak melalui Selat Hormuz dan tidak akan membutuhkannya di masa depan.

"Negara-negara di dunia yang mengimpor minyak melalui Selat Hormuz harus memikul tanggung jawab sendiri untuk melindungi jalur pelayaran tersebut," ujar Trump, menandakan pergeseran beban pengamanan maritim kepada negara importir.

Menanggapi lonjakan harga bahan bakar, Trump menimpakan kesalahan sepenuhnya kepada Iran atas serangan terhadap kapal-kapal tanker. Ia menenangkan warga Amerika dengan menyebut kenaikan harga bensin di dalam negeri hanya bersifat jangka pendek.

Trump mengungkapkan bahwa militer AS berhasil membongkar fasilitas nuklir rahasia baru milik Iran, sebuah langkah yang disebutnya sebagai bagian dari pembongkaran sistematis terhadap ancaman global. Selain menyoroti keberhasilan medan perang, ia juga menyerang legitimasi Teheran dengan menuduh rezim tersebut telah membunuh 45.000 warganya sendiri selama masa kekuasaannya.

Lebih lanjut, Trump menyatakan kebanggaannya atas keputusan politik masa lalu untuk mengakhiri perjanjian nuklir JCPOA yang dianggapnya cacat sejak awal. Ia menegaskan bahwa kebijakan keras yang diambilnya telah membuahkan hasil nyata, di mana target-target strategis utama Amerika Serikat dalam perang ini diklaim sudah hampir tercapai sepenuhnya. Dengan nada penuh kemenangan, Trump memposisikan AS sebagai pemegang kendali penuh yang tidak lagi membutuhkan kompromi dengan kepemimpinan Iran yang tersisa.

Pidato ini menandai eskalasi retorika yang signifikan, di mana Trump memposisikan AS sebagai pemenang tunggal tanpa ruang negosiasi setara bagi Iran. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Iran yang tersisa terkait klaim penghancuran total tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)-