GAZA (Arrahmah.id) - Juru bicara militer Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah, menyampaikan pesan khusus yang berisi penghormatan tinggi kepada rakyat Suriah. Hal ini menyusul gelombang demonstrasi besar-besaran di berbagai provinsi di Suriah yang menyuarakan dukungan bagi perlawanan Palestina, Masjid Al-Aqsha, dan para tawanan.
Dalam pernyataan resmi melalui akun Telegramnya pada Kamis dini hari (2/4/2026), Abu Ubaidah menegaskan bahwa suara rakyat Suriah telah sampai kepada para pejuang di Gaza. "Dari jantung Gaza yang mulia, dan dari Baitul Maqdis serta sekitarnya, kami menyampaikan salam kepada rakyat Suriah yang pemberani," ujarnya.
Aksi Massa di Suriah: Menolak UU Eksekusi Mati
Warga Suriah di berbagai wilayah dilaporkan turun ke jalan dalam aksi protes massal. Fokus utama demonstrasi ini adalah penolakan keras terhadap undang-undang baru yang disahkan oleh Knesset 'Israel', yang mengizinkan penerapan hukuman mati bagi tawanan Palestina.
Dalam aksi yang berpusat di depan kantor Komisi Tinggi di Damaskus, massa meneriakkan slogan-slogan anti-pelanggaran 'Israel'. Salah satu peserta aksi menyatakan bahwa rakyat Suriah adalah pihak yang paling memahami penderitaan rakyat Palestina karena sejarah kelam penindasan yang juga mereka alami. "Kami tidak ingin ada 'Sednaya' (penjara kejam) kedua. Kami tidak percaya pada ketidakadilan ini," tegas salah satu demonstran.
Kekecewaan massa juga dipicu oleh kebijakan 'Israel' yang menutup total Masjid Al-Aqsha sejak pecahnya perang besar antara 'Israel'-AS melawan Iran pada 28 Februari lalu. Penutupan ini bahkan melarang pelaksanaan salat Idul Fitri, sebuah kejadian yang belum pernah terjadi sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967.
Meskipun mendapat kecaman luas dari dunia Arab dan internasional, otoritas 'Israel' hingga kini tetap menolak untuk membuka kembali akses bagi jemaah muslim ke kompleks masjid suci tersebut.
Abu Ubaidah menutup pesannya dengan menekankan pentingnya peran masyarakat Arab dan Islam dalam perjuangan pembebasan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa suatu hari nanti, seluruh elemen umat akan bersatu untuk membebaskan para tawanan dan tempat-tempat suci.
"Kami bangga kepada kalian, dan harapan kami, setelah kepada Allah, tertuju pada kalian dan semua orang merdeka," pungkasnya. (zarahamala/arrahmah.id)
