Memuat...

Tak Pernah Terlihat, Disebut Terluka Parah—Iran Tegaskan Mujtaba Khamenei Masih Memimpin dari Balik Bayangan

Samir Musa
Kamis, 2 April 2026 / 14 Syawal 1447 10:15
Tak Pernah Terlihat, Disebut Terluka Parah—Iran Tegaskan Mujtaba Khamenei Masih Memimpin dari Balik Bayangan
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa keterlambatan kemunculan publik Pemimpin Tertinggi, Mujtaba Khamenei, berkaitan dengan kondisi perang (Reuters–arsip).

TEHERAN (Arrahmah.id) — Pemerintah Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi mereka, Mujtaba Khamenei, berada dalam kondisi sehat, di tengah gelombang spekulasi luas terkait keberadaannya dan kemampuannya menjalankan pemerintahan.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Khamenei “dalam kondisi baik”, menyusul pernyataan berulang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang meragukan kemampuan pemimpin tersebut dalam mengelola negara.

Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA (2/4/2026), keterlambatan kemunculan Khamenei di hadapan publik disebabkan oleh “kondisi perang” yang sedang berlangsung. Sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, ia hanya menyampaikan pernyataan melalui pesan tertulis.

Ali Khamenei sendiri dilaporkan tewas pada hari pertama perang Amerika–“Israel” terhadap Iran, yang pecah pada 28 Februari lalu.

Absennya Mujtaba Khamenei dari ruang publik memicu berbagai spekulasi, termasuk terkait kondisi kesehatannya dan lokasi keberadaannya. Namun, televisi pemerintah Iran serta sejumlah pejabat menegaskan bahwa ia tengah menjalani pemulihan dari luka akibat serangan udara, dikutip dari Al Jazeera.

Perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Ali Bahreini, menegaskan bahwa absennya Khamenei semata-mata karena alasan keamanan. Ia memastikan bahwa sang pemimpin tetap menjalankan roda pemerintahan dari lokasi yang dirahasiakan.

“Ketidakhadiran ini adalah bagian dari langkah-langkah keamanan dalam kondisi luar biasa yang sedang dihadapi negara,” ujarnya.

Sementara itu, Donald Trump dalam wawancara sebelumnya dengan New York Post mengklaim bahwa tokoh-tokoh yang sebelumnya menjalankan sistem di Iran “telah disingkirkan sepenuhnya”. Ia juga mengungkapkan keraguannya terhadap kondisi Khamenei.

“Tak seorang pun melihatnya... Ia mengalami luka serius. Kita tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak. Kemungkinan besar dia hidup, tetapi dalam kondisi yang sangat buruk,” kata Trump.

Media resmi Iran terus merilis foto-foto Mujtaba Khamenei, namun tidak menjelaskan apakah gambar-gambar tersebut merupakan dokumentasi terbaru. Ia juga diketahui memiliki akun resmi di platform Telegram dan X.

Mujtaba Khamenei merupakan Pemimpin Tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam 1979, setelah ayahnya Ali Khamenei, dan pendiri revolusi, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

(Samirmusa/arrahmah.id)