Memuat...

Zelensky Temui Asy Syaraa, Sepakati Kerja Sama Militer dan Keamanan

Hanoum
Senin, 6 April 2026 / 18 Syawal 1447 08:31
Zelensky Temui Asy Syaraa, Sepakati Kerja Sama Militer dan Keamanan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Suriah Ahmad asy-Syaraa berjabat tangan saat pertemuan mereka di Damaskus [Foto: Pers Kepresidenan Ukraina/AFP]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa dan menyepakati kerja sama di bidang militer serta keamanan, menandai langkah diplomatik yang tidak biasa di tengah dinamika konflik global yang terus berkembang.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk saling bertukar pengalaman dalam bidang militer dan keamanan, khususnya terkait penanganan konflik bersenjata dan stabilitas nasional. Kedua negara disebut ingin memanfaatkan pengalaman masing-masing dalam menghadapi perang dan ancaman keamanan internal.

Dilansir Al Jazeera (5/2/2026), kerja sama ini mencakup pertukaran keahlian, pelatihan, serta strategi dalam menghadapi tantangan keamanan, meskipun detail teknis dari implementasi kerja sama tersebut belum diungkap secara rinci.

Langkah ini dinilai cukup mengejutkan mengingat posisi politik kedua negara yang selama ini berada dalam spektrum geopolitik yang berbeda. Ukraina saat ini masih terlibat dalam konflik dengan Rusia, sementara Suriah memiliki hubungan erat dengan Moskow sebagai sekutu utama dalam perang sipil yang berlangsung lebih dari satu dekade.

Sejumlah analis menilai kerja sama ini mencerminkan upaya kedua negara untuk memperluas jaringan diplomatik dan memperkuat kapasitas pertahanan masing-masing. Dalam konteks global, kerja sama lintas kawasan seperti ini juga menunjukkan semakin kompleksnya aliansi politik dan keamanan di tengah konflik yang saling beririsan.

Media internasional lain juga menyoroti bahwa Ukraina dalam beberapa waktu terakhir aktif menjalin komunikasi dengan berbagai negara di Timur Tengah sebagai bagian dari strategi diplomasi yang lebih luas, termasuk untuk memperkuat dukungan internasional dan pertukaran pengalaman militer.

Hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai bentuk konkret kerja sama tersebut, namun kesepakatan ini dipandang sebagai langkah awal yang dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang keamanan dan pertahanan di masa mendatang. (hanoum/arrahmah.id)