Memuat...

115 Siswa SMPN 1 Cisarua Keracunan Usai Santap Makanan Program Makan Bergizi Gratis

Ameera
Rabu, 15 Oktober 2025 / 24 Rabiulakhir 1447 07:14
115 Siswa SMPN 1 Cisarua Keracunan Usai Santap Makanan Program Makan Bergizi Gratis
115 Siswa SMPN 1 Cisarua Keracunan Usai Santap Makanan Program Makan Bergizi Gratis

BANDUNG BARAT— Sebanyak 115 siswa SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (14/10/2025).

Peristiwa itu bermula saat para siswa menerima jatah makanan MBG sekitar pukul 09.30 WIB. Dua jam kemudian, sekitar pukul 11.30 WIB, sebagian siswa mulai mengalami gejala pusing, mual, dan muntah.

“Informasi terbaru dari petugas Dinas Kesehatan di lapangan, saat ini siswa yang terdampak keracunan MBG sebanyak 115 anak,” kata Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, dikutip dari detikJabar, Selasa (14/10/2025).

Jeje menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk melakukan penanganan maksimal terhadap seluruh siswa yang terdampak, termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya siswa lain yang baru menunjukkan gejala setelah tiba di rumah.

“Saya perintahkan Dinas Kesehatan siaga, penanganan dipusatkan di sekolah. Sebagian ada yang dirujuk ke RSUD Lembang dan RSUD Cibabat, sementara yang gejalanya ringan ditangani di posko sekolah,” ujar Jeje.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, program makanan MBG tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Tarbiyatul Quran Cisarua yang berlokasi di Kampung Panyandaan, Cisarua.

SPPG tersebut menyalurkan sekitar 3.600 porsi makanan ke beberapa sekolah di wilayah itu, termasuk 1.300 porsi untuk SMPN 1 Cisarua.

“Total SPPG itu menyalurkan 3.600-an porsi. Untuk SMP Cisarua saja 1.300-an porsi. Sisanya ke sekolah lain. Sampai saat ini belum ada laporan kasus keracunan di sekolah lain selain SMP 1 Cisarua ini. Tetap kita pantau,” tambah Jeje.

Hingga berita ini diturunkan, tim kesehatan masih melakukan observasi terhadap siswa yang mengalami gejala, sementara pemeriksaan sampel makanan tengah dilakukan untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.

(ameera/arrahmah.id)