BOGOTA (Arrahmah.id) – Lebih dari 30 negara dijadwalkan menghadiri konferensi tingkat tinggi di Bogota, Kolombia, pada 15–16 Juli 2025 untuk membahas langkah hukum dan diplomatik guna menghentikan genosida 'Israel' di Jalur Gaza dan mengakhiri pendudukan ilegal Palestina.
KTT ini diselenggarakan oleh pemerintah Kolombia dan Afrika Selatan sebagai ketua bersama The Hague Group, sebuah aliansi yang dibentuk pada Januari lalu di Den Haag untuk mengkoordinasikan upaya internasional dalam menuntut pertanggungjawaban 'Israel' atas pelanggaran hukum internasional.
Menurut pernyataan pemerintah Kolombia, konferensi ini digelar sebagai tanggapan atas meningkatnya pelanggaran hukum internasional di wilayah Palestina, termasuk dugaan kejahatan genosida oleh 'Israel'.
Negara-negara yang akan berpartisipasi meliputi Aljazair, Bangladesh, Bolivia, Brasil, Cile, China, Kuba, Djibouti, Honduras, Indonesia, Irlandia, Lebanon, Malaysia, Namibia, Nikaragua, Oman, Portugal, Qatar, Spanyol, Turki, Uruguay, Saint Vincent and the Grenadines, serta Palestina.
Beberapa pejabat tinggi yang dijadwalkan hadir antara lain Pelapor Khusus PBB untuk Palestina Francesca Albanese, Kepala UNRWA Philippe Lazzarini, Pelapor Khusus PBB untuk hak atas kesehatan Tlaleng Mofokeng, Ketua Kelompok Kerja PBB tentang Diskriminasi terhadap Perempuan dan Anak Perempuan Laura Nyirinkindi, serta Andres Macias Tolosa dari Kelompok Kerja PBB tentang Tentara Bayaran.
Koordinator The Hague Group, Varsha Gandikota-Nellutla, menyatakan bahwa aliansi ini dibentuk sebagai respons atas ketidakpatuhan sejumlah negara terhadap kewajiban hukum internasional. Pernyataan ini merujuk pada penolakan sejumlah negara Barat terhadap surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024.
'Israel' juga disebut telah mengabaikan beberapa perintah Mahkamah Internasional (ICJ) terkait Konvensi Genosida dan kewajiban untuk melindungi warga sipil di Gaza.
Konferensi Bogota diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret dalam mendorong akuntabilitas hukum terhadap kejahatan 'Israel' dan memperkuat posisi diplomatik negara-negara pendukung Palestina di panggung internasional. (zarahamala/arrahmah.id)
