Memuat...

UNICEF: Gaza Hadapi Krisis Yatim Piatu Terbesar dalam Sejarah Modern

Zarah Amala
Sabtu, 21 Februari 2026 / 4 Ramadan 1447 10:15
UNICEF: Gaza Hadapi Krisis Yatim Piatu Terbesar dalam Sejarah Modern
40.000 anak Gaza kehilangan orang tua, 3.000 di antaranya sebatang kara (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Jalur Gaza kini menghadapi krisis yatim piatu terbesar dalam sejarah modern. Organisasi Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) melaporkan sekitar 40.000 anak kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka akibat perang yang berlangsung selama dua tahun terakhir. Kondisi ini menempatkan puluhan ribu anak dalam tekanan psikologis dan fisik yang ekstrem di tengah hancurnya infrastruktur wilayah tersebut.

Juru bicara regional UNICEF, Saleem Oweis, mengungkapkan bahwa lebih dari 3.000 anak kehilangan kedua orang tua mereka secara bersamaan, sehingga banyak dari mereka terpaksa memikul tanggung jawab untuk mengasuh saudara kandungnya sendirian.

"Angka resmi ini bahkan belum mencerminkan skala tragedi sepenuhnya. Kami berupaya menyatukan kembali anak-anak dengan keluarga besar mereka dan memberikan dukungan psikologis, namun kebutuhan di lapangan jauh melampaui kemampuan kami saat ini," ujar Oweis kepada Al Jazeera, Jumat (20/2/2026).

Sektor pendidikan juga mengalami dampak destruktif, di mana Konsultan Media UNRWA, Adnan Abu Hasna, mencatat bahwa 94% bangunan sekolah di Gaza telah hancur total. Saat ini, upaya pendidikan dilanjutkan secara darurat di sekolah-sekolah sementara dan tenda yang menampung sekitar 300.000 anak, meski akses alat tulis, pakaian, dan fasilitas belajar sangat terbatas di tengah cuaca musim dingin yang ekstrem.

Anak-anak yatim piatu di Gaza kini menjadi saksi bisu dari dampak perang yang pecah sejak Oktober 2023. Selain kehilangan pengasuh utama, ratusan ribu anak harus bertahan hidup dengan cacat permanen serta trauma mendalam akibat pengepungan dan hancurnya ruang hidup mereka. (zarahamala/arrahmah.id)