Memuat...

5 Tentara 'Israel' Tewas dan 10 Luka-luka dalam Penyergapan Gabungan di Gaza Utara

Zarah Amala
Selasa, 8 Juli 2025 / 13 Muharam 1447 12:19
5 Tentara 'Israel' Tewas dan 10 Luka-luka dalam Penyergapan Gabungan di Gaza Utara
Foto: tangkapan video

GAZA (Arrahmah.id) - Lima tentara 'Israel' tewas dan sedikitnya sepuluh lainnya terluka dalam sebuah operasi besar yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina di Beit Hanoun, wilayah utara Jalur Gaza. Laporan ini disampaikan oleh media-media 'Israel'.

Serangan terjadi ketika pejuang perlawanan meledakkan sebuah alat peledak di bawah kendaraan lapis baja yang membawa pasukan 'Israel'. Setelah itu, mereka menargetkan sebuah robot pembawa amunisi dengan roket anti-tank saat robot itu sedang dipersiapkan.

Kelompok perlawanan juga menyerang tim penyelamat 'Israel' yang datang ke lokasi. Ledakan besar terdengar hingga ke kota Ashkelon, sebagaimana dilaporkan media 'Israel'. Salah satu korban luka disebut sebagai perwira tinggi.

Awalnya, sempat dilaporkan ada tentara yang hilang pasca serangan tersebut. Namun kemudian ditemukan bahwa jasad mereka hangus terbakar. Media 'Israel' menyebut insiden ini sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan 'Israel' sejak awal perang.

Para tentara yang menjadi target serangan berasal dari Unit Teknik Militer “Yahalom”, unit khusus yang dikenal sering melakukan peledakan rumah-rumah warga Palestina di Gaza. Hal ini dilaporkan oleh koresponden Al Jazeera di Palestina, Najwan Samri.

Helikopter militer 'Israel' dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban, sambil menembakkan peluru secara intensif ke berbagai arah. Media Israel menyebut bahwa pertempuran masih berlangsung dan situasi terus berkembang. Salah satu tentara masih dinyatakan hilang dan sejumlah kendaraan tempur dilaporkan terbakar.

Suasana di lokasi kejadian digambarkan sangat kacau. Pasukan yang menjadi target merupakan bagian dari Batalyon Netzah Yehuda, yang sebagian besar anggotanya adalah Yahudi ultra-ortodoks dari kelompok Haredi.

Serangan ini rupanya telah direncanakan dengan sangat matang. Ledakan pertama menyasar sebuah tank, ledakan kedua menghantam tim penyelamat pertama, ledakan ketiga menyerang tim penyelamat tambahan, dan ledakan keempat disertai tembakan senjata ringan menyasar para korban dari serangan awal.

Beberapa rumah sakit telah disiapkan untuk pendaratan helikopter evakuasi. Sementara itu, Komando Selatan militer'Israel' telah memulai penyelidikan resmi atas insiden ini. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang saat ini tengah diburu oleh Mahkamah Pidana Internasional, juga telah mendapat laporan langsung soal kejadian ini saat berada di Gedung Putih, demikian menurut laporan media 'Israel'.

Di saat yang sama, sirene peringatan terdengar di berbagai permukiman 'Israel' di sekitar Gaza, sebagai antisipasi atas kemungkinan serangan roket lanjutan dari wilayah tersebut.

Menanggapi serangan itu, juru bicara Brigade Izzuddin al-Qassam (sayap militer Hamas), Abu Ubaida, menyatakan bahwa jasad dan peti mati tentara 'Israel' akan terus bermunculan selama agresi terhadap Gaza masih berlanjut. Ia menambahkan, “Kami akan menghancurkan wibawa tentara kalian.”

Perlawanan Terus Meningkat

Beberapa pekan terakhir, operasi perlawanan Palestina meningkat drastis dan menyebabkan puluhan tentara serta perwira Israel tewas maupun terluka di berbagai penjuru Jalur Gaza.

Bulan Juni lalu menjadi bulan paling berdarah bagi militer 'Israel' sejak perang dimulai, dengan 20 tentara dan perwira tewas serta banyak lainnya luka-luka. Fakta ini juga dikonfirmasi oleh media 'Israel' pekan lalu.

Sekitar 10 hari yang lalu, militer 'Israel' mengakui kematian satu perwira dan enam tentara mereka dalam pertempuran di Gaza selatan, menyusul laporan media bahwa empat tentara tewas dan 17 lainnya terluka dalam sebuah penyergapan kompleks di Khan Yunis.

Pekan lalu, kelompok perlawanan juga melakukan tiga serangan dalam waktu tiga jam terhadap Brigade 98 'Israel' yang baru saja memasuki wilayah Shujaiya di Gaza utara. Serangan ini menewaskan satu tentara dan melukai delapan lainnya dari unit elit “Egoz”, tiga di antaranya mengalami luka serius. (zarahamala/arrahmah.id)