Memuat...

78% Gaza Dinyatakan 'Danger Zones', Tidak Ada Lagi Tempat Aman

Zarah Amala
Rabu, 2 Juli 2025 / 7 Muharam 1447 08:26
78% Gaza Dinyatakan 'Danger Zones', Tidak Ada Lagi Tempat Aman
78% wilayah Jalur Gaza kini diklasifikasikan sebagai zona bahaya (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Laporan terbaru dari lembaga analisis data Sanad mengungkap fakta mencengangkan: 78% wilayah Jalur Gaza kini diklasifikasikan sebagai zona bahaya. Lonjakan drastis ini terjadi setelah gelombang perintah evakuasi yang dikeluarkan militer ‘Israel’ sejak genosida kembali digencarkan pada 18 Maret 2025.

Analisis ini menelusuri setiap peringatan evakuasi yang dikeluarkan ‘Israel’ antara 18 Maret hingga 29 Juni. Para peneliti memetakan peringatan tersebut berdasarkan pembagian blok militer yang digunakan dalam dokumen-dokumen resmi ‘Israel’. Blok-blok ini sesuai dengan peta operasi militer ‘Israel’ yang pertama kali dirilis pada 7 Oktober 2023.

Hasilnya, sekitar 282,8 km persegi dari total 364,8 km persegi wilayah Gaza kini ditandai sebagai zona merah, wilayah dengan tingkat bahaya ekstrem. Artinya, hampir dua juta warga Palestina yang terpaksa mengungsi kini terdesak di bawah 25% wilayah Gaza, yang sejak awal pun sudah sangat padat.

Pembersihan Massal dan Operasi Baru

Dalam beberapa pekan terakhir, ‘Israel’ terus memperluas perintah evakuasi hingga mencapai titik tertinggi sejak agresi dimulai. Militer ‘Israel’ memulai apa yang mereka sebut sebagai “pembersihan total” warga sipil dari wilayah utara Gaza dan Rafah di selatan, seiring dengan peluncuran operasi baru bertajuk “Gideon’s Chariots” (Kereta Perang Gideon).

Serangan brutal ini memaksa ratusan ribu warga mengungsi dari kota dan wilayah seperti Beit Hanoun, Beit Lahiya, Sheikh Zayed, Tal al-Zaatar, Jabalia, serta kawasan Al-Shujaiya dan Tuffah di Gaza timur. Perintah evakuasi pun meluas hingga ke Deir al-Balah di Gaza tengah, dan bagian timur Khan Yunis.

Serangan Membabi Buta dan Tenda Pengungsi Dibakar

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, militer ‘Israel’ kini menargetkan “segala sesuatu yang bergerak” di wilayah utara. Mereka menyebut, serangan dilakukan secara sistematis, tidak hanya untuk membunuh, tapi juga untuk memaksa warga mengungsi.

Laporan tersebut menyebut bahwa drone-drone ‘Israel’ aktif membakar ratusan tenda pengungsian, terutama di daerah Tal al-Zaatar, Jabalia, dan Beit Lahiya, tempat di mana ribuan keluarga sebelumnya berlindung dari serangan.

Ratusan Ribu Terusir, Tidur di Jalanan

Diperkirakan 300.000 orang telah mengungsi dari Gaza utara akibat serangan ini. Di Kota Gaza, puluhan ribu orang tiba tanpa tenda atau tempat tinggal. Banyak keluarga terpaksa tidur di jalanan, terutama di sepanjang jalan al-Jalaa dan al-Saftawi, tanpa perlindungan, makanan cukup, atau layanan medis. (zarahamala/arrahmah.id)