KABUL (Arrahmah.id) - Kamar Dagang dan Investasi Balkh menyatakan bahwa perjanjian kerja sama di sektor farmasi telah ditandatangani antara Imarah Islam Afghanistan dan Iran.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Iran akan membantu Afghanistan memenuhi kebutuhan farmasinya, berbagi keahlian teknis, mendiagnosis penyakit, dan menyediakan peralatan medis.
Haroon Rasheed Qazi, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Investasi Balkh, mengatakan: "Perjanjian ini membuka babak baru di sektor farmasi. Sebelumnya, kami telah bekerja sama dengan Uzbekistan; sekarang kami bekerja sama dengan Iran, dan di masa mendatang, kami berencana untuk bekerja sama dengan Turki juga. Ini akan membantu memenuhi semua kebutuhan farmasi Afghanistan."
Seyed Mohammad Khansari, perwakilan perusahaan swasta Iran, mengatakan: "Kami siap mengekspor obat-obatan ke Afghanistan, mentransfer pengetahuan teknis, memulai produksi bersama, dan memenuhi semua kebutuhan farmasi. Kami berharap kerja sama ini akan menjadi obat bagi penderitaan umat Muslim kami."
Asosiasi Obat dan Pedagang Grosir Balkh yakin bahwa perjanjian ini dapat mengakhiri ketergantungan Afghanistan pada Pakistan untuk obat-obatan, lansir Tolo News (1/12/2025).
Mohammad Sadiq Mohammadi, Ketua Asosiasi, menambahkan: "Mereka telah menjanjikan segala bentuk kerja sama dengan kami. Meskipun perdagangan dengan Pakistan dihentikan dan tidak ada transaksi yang sedang berlangsung, untungnya, pasar kami tidak kekurangan obat-obatan, dan gudang kami terisi penuh."
Sebelumnya, beberapa vendor farmasi menyatakan bahwa produksi dalam negeri dan impor dari India, Cina, Rusia, Bangladesh, dan negara-negara lain akan membantu Afghanistan menghilangkan ketergantungannya pada Pakistan di sektor farmasi. (haninmazaya/arrahmah.id)
