Memuat...

Akademisi Saudi: UEA Kuda Troya 'Israel' di Dunia Arab

Hanoum
Ahad, 25 Januari 2026 / 7 Syakban 1447 05:24
Akademisi Saudi: UEA Kuda Troya 'Israel' di Dunia Arab
Ilustrasi Kuda Troya. [Foto: The Times of Israel]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Uni Emirat Arab (UEA) dituding oleh seorang akademisi Arab Saudi sebagai “kuda Troya Zionis” yang memungkinkan pengaruh 'Israel' masuk dan memperlemah solidaritas Arab di tengah konflik regional, menurut sebuah artikel yang dipublikasikan oleh media internasional dan diulas oleh pengamat kawasan.

Dalam artikel yang ditulis oleh Dr. Ahmed bin Othman Al-Tuwaijri, mantan anggota Dewan Syura Saudi, UEA digambarkan telah mengeksploitasi aliansi strategis dengan 'Israel' untuk menyaingi posisi Arab Saudi dan kekuatan Arab utama lainnya.

Al-Tuwaijri menuduh Abu Dhabi telah “terjun ke pelukan Zionisme”, sebuah kritik keras terhadap hubungan diplomatik yang telah berlangsung sejak normalisasi UEA-Israel melalui Perjanjian Abraham pada 2020.

Menurut artikel itu, seperti dilansir Middle East Monitor (23/1/2026), kolaborasi militer dan intelijen UEA dengan 'Israel' dianggap merugikan kepentingan Arab, termasuk dukungan terhadap operasi (yang dipandang kritikus sebagai merugikan) di Gaza dan penawaran fasilitas militer Emirat di Laut Merah serta Tanduk Afrika kepada 'Israel' untuk tujuan strategis yang luas. Tuduhan tersebut mengklaim bahwa kemitraan tersebut “mengkhianati persatuan Arab dan Islam”.

Al-Tuwaijri juga menguraikan bahwa pengaruh UEA yang dituduh berpihak pada 'Israel' mempengaruhi dinamika di beberapa negara Arab lain, seperti Yaman, Libya, Sudan, Tunisia, Mesir, dan Somalia, dengan mengatakan bahwa campur tangan Abu Dhabi telah “mengacaukan” stabilitas di kawasan tersebut.

Langkah UEA menjalin hubungan diplomatik penuh dengan 'Israel' melalui Perjanjian Abraham 2020 tetap kontroversial di kawasan, meskipun beberapa negara Arab telah mendukung normalisasi berdasar kepentingan ekonomi dan keamanan.

Beberapa pengamat menyatakan bahwa kerja sama Emirat-'Israel' juga mencakup isu seperti pertukaran intelijen dan proyek rekonstruksi pascakonflik di Gaza bersama negara dan entitas lain.

Namun, tudingan seperti yang dikemukakan Al-Tuwaijri bukanlah pandangan resmi pemerintah Arab Saudi atau negara Arab lainnya, dan respons dari pemerintah UEA terhadap kritik ini belum dilaporkan secara luas oleh media internasional. Perdebatan mengenai peran UEA dalam diplomasi 'Israel'-Arab terus menjadi topik hangat di media dan forum geopolitik kawasan. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

HeadlineArab SaudiIsraelarabueaakademisikuda troya