ANKARA (Arrahmah.id) -- Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, memperingatkan bahwa 'Israel' masih mencari kesempatan untuk menyerang Iran, sebuah langkah yang menurutnya berpotensi memperburuk ketegangan dan membahayakan stabilitas keamanan di Timur Tengah.
“Saya berharap mereka menemukan jalan yang berbeda, tetapi kenyataannya 'Israel', khususnya, sedang mencari peluang untuk menyerang Iran,” kata Fidan kepada penyiar Turki NTV dalam wawancara pada Jumat (23/1/2026).
Fidan menjelaskan, seperti dilansir Turkiye Today (24/1), bahwa kekhawatiran ini telah ia sampaikan langsung kepada pejabat Iran selama kunjungannya baru-baru ini ke Teheran.
“Dan Anda tahu, seorang teman berbicara kebenaran yang pahit,” tambahnya, mengisyaratkan adanya dialog intens antara Ankara dan Teheran terkait eskalasi yang mungkin terjadi.
Pernyataan Fidan muncul di tengah meningkatnya retorika agresif dan manuver militer di kawasan, termasuk klaim dari pejabat Iran bahwa setiap serangan terhadap Republik Iran akan diperlakukan sebagai perang total, serta laporan media tentang konsentrasi kapal perang dan aset militer di sekitar Teluk Persia.
Ankara juga menekankan pentingnya pendekatan diplomatik dan penolakan terhadap intervensi militer asing di Iran, setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggarisbawahi dukungan Turki terhadap kedamaian dan stabilitas tetangganya.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah ketegangan berkepanjangan antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran, yang telah memasuki fase konfrontasi retoris dan militer dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pergeseran posisi strategis koalisi regional dan pemantauan aktivitas militer oleh negara-negara tetangga. (hanoum/arrahmah.id)
