Memuat...

Diduga Akan Lakukan Serangan, Jerman Tangkap 3 Anggota Hamas

Hanoum
Ahad, 25 Januari 2026 / 7 Syakban 1447 05:36
Diduga Akan Lakukan Serangan, Jerman Tangkap 3 Anggota Hamas
Pihak berwenang Jerman mengatakan "Mohammad S" terlibat dalam rencana menyerang institusi Yahudi dan Israel. [Foto: EPA/BBC]

BERLIN (Arrahmah.id) -- Pihak berwenang Jerman menangkap tiga pria yang diduga anggota kelompok perlawanan Palestina Hamas yang tengah merencanakan serangan terhadap institusi Yahudi dan 'Israel' di Jerman, kata jaksa federal dalam sebuah pernyataan.

Dilansir BBC (25/1/2026), ketiga tersangka — diidentifikasi sesuai hukum privasi Jerman sebagai Abed Al G., Wael F. M. (kelahiran Lebanon), dan Ahmad I. — ditangkap di Berlin setelah penyidik memantau mereka saat hendak menyerahkan senjata di sebuah pertemuan, menurut kantor kejaksaan.

Dalam penggeledahan, aparat menemukan senapan serbu AK-47, beberapa pistol Glock, dan sejumlah besar amunisi yang diduga dipersiapkan untuk digunakan dalam rencana serangan kekerasan. Jaksa menyatakan bahwa peralatan itu diharapkan akan digunakan dalam aksi terhadap target Yahudi atau 'Israel' di dalam wilayah Jerman.

Operasi penangkapan merupakan bagian dari penyelidikan yang lebih luas terhadap jaringan yang diduga memiliki hubungan dengan Hamas, organisasi yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain.

Dalam wawancara sebelumnya, juru bicara Palestina itu menyebut tuduhan keterlibatan terhadap individu tertentu sebagai “tanpa dasar” dan bagian dari upaya melemahkan dukungan terhadap rakyat Palestina, tetapi tidak membantah konflik dengan otoritas 'Israel' di Gaza dan wilayah lain.

Kejahatan yang dituduhkan kepada para tersangka meliputi pengadaan dan penguasaan senjata serta perencanaan serangan yang membahayakan keamanan negara, pelanggaran yang bisa dikenai tuduhan terorisme berat di Jerman.

Kantor kejaksaan mengatakan ketiga pria tersebut akan dihadapkan di pengadilan federal di Karlsruhe, di mana hakim akan memutuskan apakah mereka akan tetap ditahan selama proses hukum berlangsung.

Penangkapan ini terjadi di tengah peningkatan kewaspadaan keamanan di Eropa terhadap ancaman ekstremisme, di mana lembaga penegak hukum bekerja sama lintas negara untuk mengatasi jaringan yang mencoba melakukan aksi kekerasan yang memanfaatkan konflik di Timur Tengah sebagai justifikasi. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

jermanHeadlinehamas