Memuat...

Al-Qassam Tegaskan Komitmen terhadap Kesepakatan Pertukaran Tawanan Sesuai Jadwal

Samir Musa
Senin, 13 Oktober 2025 / 22 Rabiulakhir 1447 14:28
Al-Qassam Tegaskan Komitmen terhadap Kesepakatan Pertukaran Tawanan Sesuai Jadwal
Dimulainya proses pertukaran tawanan di Gaza dalam tahap pertama dari perjanjian gencatan senjata (Al Jazeera).

GAZA (Arrahmah.id) – Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Kataib Al-Qassam, menegaskan komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan pertukaran tawanan sesuai jadwal waktu yang telah disepakati, selama pihak "Israel" juga mematuhinya. Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan dimulainya tahap pertama proses pertukaran tawanan di Jalur Gaza dalam kerangka perjanjian gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurut keterangan Kataib Al-Qassam, pihaknya telah membebaskan 20 tawanan "Israel" yang masih hidup sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Dalam pernyataannya, Al-Qassam menyebut bahwa “kesepakatan ini merupakan buah dari keteguhan rakyat Palestina dan kegigihan para pejuangnya yang berjuang menghentikan perang pemusnahan, namun ‘Israel’ menggagalkan semua upaya demi kepentingan politiknya yang sempit.”

Brigade itu juga menegaskan bahwa "Israel" telah gagal membebaskan tawanan-tawanan mereka melalui tekanan militer, meski memiliki keunggulan intelijen dan kekuatan besar. “Kini mereka hanya bisa mendapatkan kembali tawanan mereka melalui kesepakatan pertukaran, sebagaimana dijanjikan perlawanan sejak awal,” lanjut pernyataan tersebut.

Al-Qassam menambahkan bahwa pihak penjajah sebetulnya dapat memulangkan sebagian besar tawanan mereka dalam keadaan hidup sejak beberapa bulan lalu, “tetapi mereka terus menunda dan bersikap sombong.”

Kepada para tahanan Palestina di penjara-penjara "Israel", Al-Qassam menyampaikan, “Gaza dan perlawanan telah memberikan yang terbaik dan berusaha semampunya untuk mematahkan belenggu penahanan kalian.”

Sementara itu, juru bicara Komite Palang Merah Internasional mengatakan kepada media bahwa timnya telah mulai melaksanakan proses pembebasan tawanan "Israel" dari Gaza. Media "Israel" Kanal 13 juga melaporkan bahwa Palang Merah telah menyerahkan tujuh tawanan kepada pihak penjajah.

Kesepakatan pertukaran ini merupakan bagian dari rencana gencatan senjata tahap pertama yang diumumkan Trump pada Kamis lalu, setelah melalui perundingan tidak langsung antara Hamas dan "Israel" di kota Sharm el-Sheikh dengan mediasi Turki, Mesir, dan Qatar serta pengawasan Amerika Serikat.

Menurut isi kesepakatan, "Israel" akan membebaskan 250 tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman seumur hidup, serta sekitar 1.700 lainnya yang ditangkap dari Jalur Gaza pasca serangan Thufan Al-Aqsha pada 7 Oktober 2023.

Berdasarkan estimasi pihak "Israel", masih terdapat 48 tawanan mereka di Gaza, di mana 20 di antaranya dipastikan masih hidup. Di sisi lain, lebih dari 11.100 warga Palestina kini mendekam di penjara-penjara "Israel", banyak di antaranya mengalami penyiksaan, kelaparan, dan kelalaian medis yang menyebabkan sejumlah kematian, menurut laporan media dan lembaga hak asasi manusia Palestina maupun "Israel".

Tahap pertama dari kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan "Israel" resmi berlaku pada Jumat siang setelah disetujui oleh pemerintah penjajah pada dini hari.

Kesepakatan itu mengacu pada Rencana Trump yang mencakup penghentian perang, penarikan bertahap pasukan penjajah, pertukaran tawanan, pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta upaya pelucutan senjata Hamas.

(Samirmusa/arrahmah.id)