Memuat...

Analis ‘Israel’ Akui Pembantaian Warga Sipil adalah Strategi untuk Menekan Hamas

Zarah Amala
Kamis, 20 Maret 2025 / 20 Ramadan 1446 09:46
Analis ‘Israel’ Akui Pembantaian Warga Sipil adalah Strategi untuk Menekan Hamas
(QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Seorang analis militer ‘Israel’ secara terbuka mengakui bahwa ‘Israel’ menggunakan pembantaian warga sipil Palestina sebagai taktik untuk menekan Hamas dalam negosiasi. Yossi Yehoshua, menulis di Ynet, menyatakan bahwa para pemimpin ‘Israel’ percaya bahwa menimbulkan korban sipil dalam skala besar akan memaksa Hamas untuk menerima persyaratan ‘Israel’.

Pasukan ‘Israel’ kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di Gaza, terutama yang menyasar warga sipil. Puluhan pesawat tempur ‘Israel’ mengebom rumah, tenda, gedung pemerintahan, kantor media, dan kawasan permukiman. Serangan artileri juga menghantam Gaza utara, yang bertujuan memaksa warga Palestina yang mengungsi untuk pergi ke selatan.

Laporan itu juga mengungkap bahwa ‘Israel’ dengan sengaja menghentikan bantuan kemanusiaan ke Gaza, menutup penyeberangan perbatasan dan memblokir makanan, air, dan pasokan penting.

Menurut analis tersebut, ‘Israel’ memperkirakan Hamas akan menyerah untuk menghindari pembunuhan dan penghancuran lebih lanjut atau menghadapi invasi darat baru, meskipun pasukan ‘Israel’ sangat kekurangan. Para pemimpin militer berpendapat bahwa peningkatan pembunuhan di antara warga sipil dan perpanjangan blokade dapat mematahkan perlawanan Hamas.

Menurut Yehoshua, ‘Israel’ yakin mendapat dukungan penuh dari pemerintahan Trump, yang dilaporkan mendukung serangan terhadap infrastruktur sipil dan penghentian pengiriman bantuan kemanusiaan.

Didukung oleh AS, ‘Israel’ telah menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai ratusan orang hanya dalam waktu dua hari. 75% korban adalah anak-anak dan wanita. AS membela genosida tersebut, dengan mengklaim bahwa hal itu bertujuan untuk menekan Hamas agar membebaskan tawanan tentara ‘Israel’. Hamas menolak untuk membebaskan tawanan tanpa ‘Israel’ menarik diri dari Gaza dan mengakhiri genosida. (zarahamala/arrahmah.id)