Memuat...

Baradar: Afghanistan Bukan Santapan Manis bagi Musuh

Hanin Mazaya
Senin, 9 Februari 2026 / 22 Syakban 1447 14:41
Baradar: Afghanistan Bukan Santapan Manis bagi Musuh
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi, dalam pidatonya pada upacara wisuda angkatan ke-17 Universitas Pertahanan Nasional “Abu Ubayda ibn al-Jarrah” di Kabul, menekankan pentingnya keterlibatan positif dengan semua negara.

Mullah Abdul Ghani Baradar menambahkan bahwa Imarah Islam Afghanistan, dalam kerangka kebijakan yang berorientasi ekonomi, percaya pada kemitraan regional dan global, lansir Tolo News (9/2/2026).

Ia mengatakan: “Kami berkomitmen untuk terlibat secara tepat dengan semua negara dalam kerangka prinsip-prinsip kami. Untuk memastikan kepentingan politik dan ekonomi jangka panjang, negara-negara perlu menghormati nilai-nilai dan batas-batas sensitif satu sama lain.”

Pejabat senior Imarah Islam itu juga menjamin keamanan dan keutuhan wilayah Afghanistan dalam bagian lain pidatonya.

Mullah Abdul Ghani Baradar menekankan bahwa Afghanistan tidak menyimpan dendam terhadap negara lain dan mengharapkan hal yang sama dari negara lain.

Ia menambahkan: “Afghanistan tidak ingin menyakiti siapa pun dan tidak akan menerima disakiti oleh siapa pun; namun, jika seseorang menyimpan niat jahat, Afghanistan akan merespons tanpa penundaan. Sejarah menjadi saksi bahwa negara ini bukanlah makanan manis, melainkan pohon Zaqqum, pohon yang telah membuat tenggorokan kerajaan-kerajaan kuno terasa pahit, dan yang tidak akan pernah bisa dicerna oleh bayi yang baru lahir.”

Beberapa pejabat senior Imarah Islam lainnya, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Perbatasan, juga menekankan pentingnya mempertahankan sistem yang ada di negara tersebut.

Tanpa menyebut negara tertentu, Noorullah Noori, Menteri Perbatasan dan Urusan Suku, mengatakan: “Jika seseorang menginginkan pangkalan militer, mereka memberikan pangkalan militer; jika mereka menginginkan tentara, mereka memberikan tentara. Ini adalah tanda pengabdian. Puji syukur kepada Allah, sistem Islam telah ditegakkan di Afghanistan, dan Afghanistan mandiri dalam kebijakannya.”

Memperkuat persatuan, menerapkan syariat Islam, dan menjaga sistem yang ada saat ini adalah beberapa isu lain yang ditekankan oleh para pejabat senior Imarah Islam Afghanistan pada acara tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)

HeadlineImarah Islam Afghanistan