KABUL (Arrahmah.id) - Delegasi tingkat tinggi Imarah Islam Afghanistan, yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri untuk Urusan Ekonomi, melakukan perjalanan ke Azerbaijan pada Selasa (1/7/2025) untuk berpartisipasi dalam KTT Umum ke-17 Organisasi Kerjasama Ekonomi (ECO).
Wakil Juru Bicara Imarah Islam mengatakan bahwa Mullah Abdul Ghani Baradar, selain menyampaikan pidato di KTT ECO, juga akan mengadakan pertemuan dengan para pejabat Azerbaijan.
Hamdullah Fitrat, Wakil Juru Bicara Imarah Islam, mengatakan: “Selama perjalanan ini, Mullah Abdul Ghani Baradar Akhund diharapkan tidak hanya berpidato di KTT ECO, tetapi juga bertemu dengan para pejabat Azerbaijan untuk memperkuat hubungan bilateral.”
Sementara itu, beberapa ahli melihat partisipasi delegasi pemerintah caretaker dalam KTT ECO sebagai langkah signifikan menuju keterlibatan ekonomi dengan negara-negara regional, lansir Tolo News.
Sayed Masood, seorang pakar ekonomi, mengatakan: “Ini sangat bermanfaat bagi Afghanistan dan juga penting bagi negara-negara ECO, asalkan delegasi Afghanistan memiliki agenda yang jelas, topik-topik apa saja yang akan didiskusikan, hasil-hasil apa saja yang diharapkan, dan dengan siapa saja mereka akan terlibat.”
Kamar Dagang dan Investasi, yang menyoroti pentingnya KTT ECO, mengumumkan bahwa kepala Kamar Dagang dan Investasi juga akan berpartisipasi dalam KTT tersebut atas nama sektor swasta Afghanistan. Ia akan mengadvokasi konektivitas regional untuk meningkatkan perdagangan dan transit di antara negara-negara anggota.
Jan Aqa Nawid, juru bicara Kamar Dagang dan Investasi, mengatakan: “Membangun sistem transit yang efisien dan berbiaya rendah, khususnya implementasi penuh sistem transit jalan internasional (TIR) di antara negara-negara anggota ECO, merupakan salah satu proposal yang akan dipresentasikan oleh kepala Kamar Dagang dan Investasi Afghanistan pada konferensi tersebut.”
Topik-topik utama dari KTT ECO di antara negara-negara anggota dilaporkan mencakup pembangunan berkelanjutan, kerjasama ekonomi yang tahan iklim, memperkuat hubungan perdagangan, energi dan transportasi, pembangunan infrastruktur, dan keamanan regional. (haninmazaya/arrahmah.id)
