Memuat...

Detik-detik Al-Qassam Hajar Pasukan 'Israel' dengan Serangan Terencana

Zarah Amala
Selasa, 29 Juli 2025 / 5 Safar 1447 10:30
Detik-detik Al-Qassam Hajar Pasukan 'Israel' dengan Serangan Terencana
Operasi presisi oleh pejuang Al-Qassam di Khan Yunis. (Foto: rekaman video)

GAZA (Arrahmah.id) - Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Palestina Hamas, merilis rekaman operasi penyerangan terhadap dua kendaraan tempur lapis baja 'Israel' di Abasan al-Kabira, timur Khan Yunis, Gaza selatan, pada 26 Juli 2025.

Operasi ini terjadi di wilayah yang sama di mana seorang perwira 'Israel' terbunuh pada Februari lalu. Saat itu, militer 'Israel' mengakui tewasnya tiga tentaranya, termasuk seorang komandan kompi.

Rekaman terbaru menunjukkan bahwa serangan ini dirancang dengan tingkat koordinasi dan perencanaan yang tinggi. Unit pengintai Al-Qassam berhasil mengidentifikasi target dari jarak 30 hingga 40 meter sebelum melakukan serangan terencana dengan penanaman bahan peledak secara presisi tanpa terdeteksi.

Setelah ledakan, rekaman memperlihatkan alat berat 'Israel' mencoba mengubur bangkai kendaraan, kemungkinan untuk memadamkan api atau mengevakuasi jenazah pasukan mereka.

Media 'Israel' mengonfirmasi bahwa tiga tentaranya tewas dalam insiden ini, termasuk seorang perwira dan seorang tentara dari Brigade Golani. Sumber militer menyebut ledakan berasal dari alat peledak yang dipasang langsung pada kendaraan tempur mereka. Seorang perwira lain dilaporkan terluka dalam ledakan terpisah.

Sumber-sumber 'Israel' menambahkan bahwa korban tersebut belum termasuk yang jatuh selama operasi rekayasa militer di dalam wilayah Gaza.

Militer 'Israel' menyatakan telah memperluas serangan di Khan Yunis dan mengklaim berhasil menewaskan sejumlah pejuang dalam pertempuran yang terus berlangsung.

Jumlah Korban Tentara 'Israel' Dipertanyakan

Sejak awal agresi ke Gaza pada 7 Oktober 2023, militer 'Israel' mencatat 895 tentaranya tewas. Namun, kelompok-kelompok perlawanan Palestina bersikeras bahwa jumlah korban 'Israel' sebenarnya jauh lebih besar, berdasarkan dokumentasi lapangan mereka.

Sejak dimulainya invasi darat pada 27 Oktober 2023, kelompok perlawanan di Gaza secara sistematis mendokumentasikan serangan mereka, mulai dari penyergapan, penghancuran kendaraan lapis baja, hingga peluncuran roket ke kota-kota dan permukiman 'Israel' dengan jarak tembak menengah dan jauh. (zarahamala/arrahmah.id)