ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Institut Studi Strategis di Islamabad mengadakan diskusi daring yang mengulas empat tahun pemerintahan Imarah Islam Afghanistan.
Berbicara di acara tersebut, Sardar Ahmad Shakib, duta besar Imarah Islam di Islamabad, menekankan kebijakan luar negeri Imarah Islam yang seimbang dan berfokus pada ekonomi.
Sardar Ahmad Shakib mengatakan: "Dalam hubungan luar negeri, Imarah Islam terus menjalankan kebijakan yang seimbang dengan penekanan pada diplomasi yang berorientasi ekonomi. Afghanistan saat ini tidak bergantung pada satu blok atau berkonflik dengan blok lain, melainkan mengupayakan hubungan dengan semua negara atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama."
Sementara itu, Mansoor Ahmad Khan, mantan duta besar Pakistan untuk Kabul, menyatakan bahwa ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan masih berlanjut dan harus diselesaikan, lansir Tolo News (21/8/2025).
Ia mengatakan: "Hubungan Pakistan-Afghanistan, Anda tahu, terus menunjukkan pola yang menarik. Telah terjadi ketegangan antarnegara selama lima, enam dekade terakhir antara Pakistan dan Afghanistan, baik pada tahun 1980-an, 1990-an, 2001 hingga 2021, kehadiran AS dan NATO. Bahkan setelah Taliban mengambil alih kendali negara."
Analis politik Najib Rahman Shamal juga mengatakan: "Pemerintah Pakistan harus mempertimbangkan kembali pendekatannya terhadap Afghanistan, dengan mempertimbangkan keadaan Afghanistan dan empat tahun terakhir pemerintahan Emirat Islam, untuk memastikan perdamaian di kawasan tersebut."
Salah satu isu utama yang menegangkan hubungan adalah klaim Islamabad yang berulang tentang penggunaan wilayah Afghanistan untuk melawan Pakistan, sebuah isu yang, selama empat tahun terakhir, sering kali menyebabkan pertikaian verbal dan bahkan bentrokan bersenjata antara kedua belah pihak. (haninmazaya/arrahmah.id)
