GAZA (Arrahmah.id) – Dokter spesialis anak asal Gaza, Hussam Abu Safiya, mengalami penyiksaan berat dan kondisi penahanan yang tidak manusiawi sejak diculik oleh pasukan 'Israel' dari Rumah Sakit Kamal Adwan pada Desember 2023 lalu. Hal itu diungkapkan oleh pengacaranya, Ghaida Qasem, dalam sebuah pernyataan pada Senin (7/7/2025).
Menurut Qasem, dokter Abu Safiya telah kehilangan lebih dari 40 kilogram berat badannya selama masa penahanan. Saat diculik, beratnya mencapai 100 kg, namun kini hanya tinggal 60 kg. Ia juga menderita detak jantung tidak teratur, namun dilarang mendapatkan pengobatan atau berkonsultasi dengan spesialis jantung, meskipun kondisinya mengancam jiwa.
Pada 24 Juni, Abu Safiya mengalami pemukulan brutal selama sekitar 30 menit, terutama di bagian dada, wajah, kepala, dan leher. Ia dikurung di sel bawah tanah tanpa sinar matahari, masih mengenakan pakaian musim dingin, dan menghadapi kelaparan, penyiksaan, serta isolasi berkepanjangan.
Dokter yang Setia pada Tugas
Dokter Hussam Abu Safiya dikenal sebagai kepala Rumah Sakit Kamal Adwan dan spesialis neonatologi yang dihormati. Ia tetap berada di rumah sakit meski diserang dan dikepung oleh militer 'Israel', memimpin staf medis dalam merawat pasien di tengah hujan bom, kekurangan obat-obatan, listrik, dan peralatan medis.
Istrinya, Lina Abu Safiya, kepada Al Jazeera mengungkap bahwa suaminya menolak meninggalkan pasiennya, meski sempat memiliki kesempatan langka untuk keluar dari Gaza dan bergabung dengannya di Kazakhstan. “Dia bilang, meninggalkan Gaza adalah bentuk pengkhianatan terhadap pasien dan rekan sejawatnya,” ujar Lina.
Anak laki-laki mereka dibunuh oleh tentara 'Israel' pada Oktober 2024.
Menurut sumber medis yang dikutip oleh kantor berita resmi Palestina WAFA, sekitar 360 tenaga kesehatan telah ditangkap sejak dimulainya agresi 'Israel' ke Gaza pada Oktober 2023, termasuk dokter dengan keahlian penting yang sangat dibutuhkan pasien dan korban luka. (zarahamala/arrahmah.id)
