Memuat...

Dua Insiden Besar Guncang Tentara 'Israel' di Gaza, Protokol Hannibal Diaktifkan

Zarah Amala
Selasa, 15 Juli 2025 / 20 Muharam 1447 09:15
Dua Insiden Besar Guncang Tentara 'Israel' di Gaza, Protokol Hannibal Diaktifkan
Penyergapan Al-Qassam di Gaza. (Foto: rekaman video)

GAZA (Arrahmah.id) - Media 'Israel' melaporkan dua insiden keamanan besar yang menimpa pasukan pendudukan 'Israel' di Jalur Gaza, memicu kekhawatiran serius di kalangan militer dan masyarakat 'Israel'.

Insiden Pertama: Aktivasi Protokol Hannibal

Dalam insiden pertama yang digambarkan sebagai "bencana baru" dan "pertempuran sengit", bentrokan terjadi di timur Kota Gaza. Sumber-sumber 'Israel' menyebut bahwa satu tentara tewas dan tiga lainnya luka parah dalam pertempuran tersebut.

Karena kekhawatiran akan kemungkinan penculikan tentara, militer 'Israel' mengaktifkan Protokol Hannibal, prosedur militer kontroversial yang memungkinkan penggunaan kekuatan mematikan secara sembarangan, bahkan jika membahayakan tentara 'Israel' sendiri, demi mencegah penangkapan oleh musuh. Protokol ini telah digunakan dalam konflik sebelumnya di Gaza dan Lebanon, meskipun pihak militer jarang mengakuinya secara terbuka.

Militer 'Israel' akhirnya berhasil menemukan tentara yang sempat dikhawatirkan tertangkap.

Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa helikopter 'Israel' mendarat di lingkungan At-Tuffah, timur laut Kota Gaza, di tengah tembakan artileri berat, bom asap, dan pengintaian udara intensif. Beberapa prajurit 'Israel' kemudian dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Tel Hashomer di 'Israel' tengah.

Insiden Kedua: Serangan Yassin 105 di Khan Yunis

Dalam insiden terpisah, Brigade Al-Qassam mengumumkan bahwa para pejuangnya berhasil menghantam kendaraan lapis baja 'Israel' di utara Khan Yunis dengan rudal Yassin 105, menyebabkan prajurit terluka yang juga dievakuasi dengan helikopter.

Serangan ini terjadi di tengah peningkatan signifikan operasi perlawanan Palestina, yang terus menargetkan pasukan pendudukan di berbagai titik di Jalur Gaza.

Pada Selasa lalu (8/7/2025), militer 'Israel' sendiri mengakui bahwa lima tentara dari Batalion Netzah Yehuda tewas, dan 14 lainnya luka-luka dalam pertempuran di Gaza utara.

Meski data resmi militer 'Israel' sering diragukan kebenarannya dan dituduh menutupi kerugian, laporan terakhir menyebut setidaknya 890 tentara dan perwira 'Israel' tewas, dengan lebih dari 6.000 lainnya luka-luka sejak perang dimulai.

Aktivasi Protokol Hannibal dalam insiden kali ini kembali menegaskan bahwa 'Israel' lebih memilih membunuh tentaranya sendiri daripada membiarkan mereka hidup dalam penahanan musuh, memperlihatkan betapa besar ketakutan militer 'Israel' terhadap skenario penangkapan yang bisa digunakan sebagai alat tawar strategis oleh perlawanan Palestina. (zarahamala/arrahmah.id)