Memuat...

Dubes Jepang: Stabilitas Afghanistan Sangat Penting bagi Kawasan dan Dunia

Hanin Mazaya
Ahad, 15 Februari 2026 / 28 Syakban 1447 07:13
Dubes Jepang: Stabilitas Afghanistan Sangat Penting bagi Kawasan dan Dunia
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Duta Besar Jepang untuk Kabul, dalam sebuah wawancara dengan Tolo News, mengatakan bahwa meskipun tidak secara resmi mengakui pemerintah Afghanistan saat ini, Jepang terus menjalin hubungan dengan negara tersebut dan tetap fokus pada bantuan kemanusiaan.

Menurutnya, meskipun hubungan diplomatik formal antara kedua negara belum terjalin, kedutaan Jepang di Kabul tetap aktif dan pertemuan dengan pejabat Afghanistan terus berlangsung.

Masamoto Kenichi, Duta Besar Jepang untuk Kabul, mengatakan: “Jepang terus terlibat di Afghanistan. Kami tidak memiliki hubungan diplomatik formal, tetapi kami memiliki kedutaan di sini.”

Duta Besar juga menyatakan bahwa Jepang bekerja sama dengan komunitas internasional dalam kerangka Proses Doha mengenai masa depan Afghanistan, menekankan isu-isu seperti perdamaian, stabilitas, hak asasi manusia, dan upaya pemberantasan narkotika.

Bapak Kenichi menambahkan bahwa kemajuan telah dicapai menuju reintegrasi Afghanistan ke dalam komunitas internasional, dan bahwa komunitas internasional memiliki peluang lebih lanjut untuk memperluas keterlibatan dengan negara tersebut. Ia menekankan bahwa stabilitas Afghanistan penting untuk stabilitas regional dan global.

“Jepang berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam apa yang kita sebut Proses Doha. Proses Doha adalah proses dengan tujuan mengintegrasikan kembali Afghanistan ke dalam komunitas internasional. Dan proses ini diikuti oleh banyak negara, termasuk negara-negara regional dan negara-negara Barat, dan PBB mengkoordinasikan proses tersebut,” katanya, seperti dilansir Tolo News (14/2/2026).

Kenichi lebih lanjut mencatat bahwa layanan visa di Kabul belum beroperasi kembali, dan warga negara Afghanistan harus mengajukan permohonan di kedutaan atau konsulat Jepang di negara-negara tetangga.

Mengenai hubungan Afghanistan-Pakistan, ia mengatakan Jepang tidak memainkan peran mediasi langsung tetapi mendukung dialog dan de-eskalasi antara kedua negara.

“Saya memahami bahwa negara-negara regional, termasuk Qatar, Turki, Arab Saudi, dan Iran, mendukung peran mediasi. Dan juga, negara-negara lain, negara-negara regional dan negara-negara lain, untuk mendorongnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sejak tahun 2021, Tokyo telah mengalokasikan sekitar $600 juta bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan, yang mencakup sektor-sektor seperti kesehatan, air minum, pendidikan, pertanian, dan pemberantasan narkotika.

Mengenai proyek-proyek pembangunan besar, termasuk proyek penyediaan air Kabul, ia mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini, kebijakan Jepang berfokus pada bantuan kemanusiaan, dan proyek-proyek pembangunan berskala besar bukanlah prioritas saat ini. (haninmazaya/arrahmah.id)

jepangImarah Islam Afghanistan