TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan tegas menyusul video yang beredar menunjukkan sekelompok demonstran di Iran membakar patung Baal, sebuah simbol yang oleh sebagian pihak dilihat sebagai representasi paganisme kuno namun oleh pengkritik dipolitisasi dalam konteks anti-Zionisme. Netanyahu mengecam tindakan itu sebagai serangan terhadap keyakinan dan sejarah Yahudi, menilai pembakaran tersebut melampaui protes biasa dan menunjukkan ketegangan yang semakin berbahaya di kawasan.
Pernyataan Netanyahu itu, seperti dilansir BBC (12/2/2026), muncul di tengah gelombang protes di Iran, yang dipicu oleh beragam isu domestik termasuk ekonomi dan kebijakan pemerintah, dan sering kali mengambil bentuk simbolik terhadap simbol-simbol yang dianggap berasosiasi dengan Barat atau “penindasan,” tanpa konteks historis yang jelas.
Menurut Reuters, pemerintah 'Israel' melihat tindakan tersebut sebagai bagian dari retorika anti-Israel yang meningkat di wilayah tersebut, di mana pejabat Iran kadang menggunakan simbolisme budaya atau sejarah secara provokatif dalam pidato dan demonstrasi populis, termasuk merujuk pada simbol-simbol yang dianggap sensitif oleh komunitas Yahudi.
Namun analis Timur Tengah mengatakan bahwa patung Baal sebenarnya adalah figur mitologis kuno yang terkait dengan praktik keagamaan kuno di sejumlah wilayah di Timur Tengah, dan pembakarannya oleh demonstran lebih tepat dilihat sebagai ekspresi protes domestik di Iran terhadap simbol yang mereka tafsirkan sebagai representasi kekuatan asing atau elit yang mereka tolak, bukan sebagai tindakan resmi negara.
Aksi tersebut lalu dimasukkan dalam narasi internasional sebagai provokasi terhadap 'Israel' dan simbol Yahudi, terutama setelah pejabat Israel menilainya sebagai manuver politik. Para pengamat menyatakan bahwa peristiwa semacam itu harus dibaca dalam konteks ketegangan politik internal Iran dan hubungan tegang Teheran–Tel Aviv yang telah berlangsung lama, daripada langsung dipandang sebagai deklarasi perang formal.
Reaksi dari pihak Iran sendiri tidak secara resmi menyatakan bahwa pembakaran patung itu ditujukan sebagai serangan terhadap 'Israel'; pernyataan pemerintah Iran justru menekankan bahwa protes tersebut adalah bagian dari dinamika politik domestik dan kritik terhadap kebijakan luar negeri Barat, termasuk Amerika Serikat sekaligus kritik terhadap Israel sebagai bagian dari kebijakan regionalnya. (hanoum/arrahmah.id)
